Showing posts with label Keriminal. Show all posts
Showing posts with label Keriminal. Show all posts

Satnarkoba Polres Jember Bekuk Pengerdar Pil Koplo



Satnarkoba Polres Jember berdasarkan Laporan Polisi Nkmer :LP/A/44/I/2020/JATIM/RES, JBR tanggal 21 februari 2020 menangkap tersangka atau pelaku pengedar Pil Koplo di wilayah hukum Polres Jember.

Iptu Agung Joko Haryono SH SIK saat di hubungi lewat via telepon mengatakan bahwa pelaku ini dari kronologis awal penangkapan pada hari jum'at tanggal 21 Februari pada jam 09.00 Unit Opsnal Satresnarkoba mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada Seseorang mengedarkan Pil Koplo.Diketahui pelaku Muh Khoiruddin yang berlamat Dusun Krajan Rt. 001 Rw. 001 Desa Karangharjo Kecamatan Silo Kabupaten Jember.25/02/2020

Pelaku ini kedapatan mengedarkan obat jenis Trihexyphephenidyl berlogo (Y) warna putih dan secara bebas tanpa ijin edar dan tanpa di sertai resep Dokter, "Ujar Kasat Narkoba

Muh. Khoiruddin saat ditangkap pada tanggal 21 februari 2020 sekira jam 16.30 di dalam rumah tepatnya di dusun krajan. Anggota yang melakukan penggeledahan badan tersangka didapati 1 buah klip plastik yang di dalamnya terdapat 8 bungkus kertas rokok yang didalamnya masing masing berisi 4 butir obat Pil Koplo, "Terangnya

Dan 5 obat jenis Trihexyphephenidyl berlogo (Y) yang tidak terbungkus sehingga jumlah keseluruhannya sebanyak 37 butir obat jenis Trihexyphephenidyl warna putih dan uang hasil penjualan Obat,uang sebesar 130.000 ribu rupiah.


Barang Bukti yang berhasil kita amankan 1 buah klip plastik yang didalamnya terdapat 8 bungkus kertas rokok yang didalamnya masing masing 4 butir dan di tambah 5 butir ibat tambah bungkus sehingga jumlah keselurahannya sebanyak 37 obat Trihexyphephenidyl.

Pasal yang di langgar pasal 196 Sub pasal 197 Undang Undang Republik Indonesia Nomer 36 tahun 2009 tentang kesehatan. (hin)
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 2/26/2020 05:04:00 AM

Viral Di Mensos Pelaku Orang Stres (Hoax) ,Penculikan Anak Kecamatan Bangsalsari 2020



Hebohkan dengan adanya isu penculikan anak yang telah menyebar di wilayah Jember  Jawa Timur. Seperti yang terjadi baru-baru ini di wilayah Kecamatan Bangsalsari dihebohkan dengan adanya kawanan penculik yang berkeliaran mencari mangsa.

Berawal dari postingan yang diunggah oleh Fifin Alfina, melalui akun face booknya
dan diikuti oleh 29 lainnya, pada Senin (17/02/2020)
dengan dipampang fotonya beserta ciri-ciri orang tersebut,
dan diberi keterangan: WASPADA PENCULIKAN ANAK, dengan menerangkan bahwa orang itu.

Adalah seorang penculik yang sedang berkeliaran mencari korban.
Dengan adanya berita yang viral di medsos tersebut masyarakat menjadi resah dan timbul kekhawatiran.disana-sini.

Orang tersebut adalah ; Nana Sunardi atau Nana Sukmana (30) warga Desa Karangsawah RT 02/RW 01, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka kemudian pihak Polsek Bangsalsari telah mengamankan orang yang diisukan penculik tersebut.

Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono S,I,K M,si melalui Kapolsek Bangsalsari, AKP. I Putu Adi Kusuma atas nama Kapolres Jember, saat Press Converence kamis, (20/02/2020) menyampaikan agar masyarakat Jember dan sekitarnya tetap tenang dan jangan mudah termakan isu yang meresahkan tersebut.

I Putu Adi Pada hari Senin, (17/02/2020) Nana Sunardi  masuk ke Dusun Krajan, Desa Tugusari dengan membawa sak yang didalamnya berisi sarung, baju untuk salin, perlengkapan mandi, seperti gayung sabun, dan pasta gigi. Warga yang saat itu melihat orang tersebut menaruh kecurigaan dan menyangka bahwa orang itu adalah penculik, sehingga warga yang lain yang mendengar isu tersebut  berdatangan ke lokasi.ujar I Putu Adi Kusuma

 I Putu Adi, menjelaskan kepada awak media, Nana Sunardi sempat di buly secara verbal namun tidak terjadi kekerasan fisik, kemudian oleh Kasun dan warga dilepas karena dilihat memang seperti orang stres.
Namun keesokan harinya, Selasa,  (18/02/2020), Nana  masuk ke Desa Bangsalsari dan di buly oleh warga, serta ada sedikit kekerasan fisik yang dilakukan oleh warga setempat.

Disisi lain warga yang lain saat melihat kejadian tersebut langsung menghubungi Kepala Desa Bangsalsari. Mendapat informasi ini, Kades bergegas menuju lokasi dimana kejadian itu terjadi. "Warga Desa Bangsalsari melakukan kekerasan fisik kepada Nana Sunardi, karena sebelumnya termakan informasi dari Desa Tugusari karena ada yang memposting melalui FB," kata Kades.

Akun FB milik Fifin Alfina
dalam postingan ini menuliskan "Waspada Penculikan Anak," "Barusan terjadi di Desa Tugusari ini foto penculik yang berhasil dikepung namun melarikan diri, jadi untuk warga jember khususnya warga Tugusari ini sedang ramai dengan penculik tersebut mohon berhati-hati, penculik beraksi tadi sore untung saja tidak ada korban, modus yang digunakan yaitu berpura-pura gila dengan membawa karung berisi sabun, odol, gayung dll. Ternyata penculik membawa banyak teman dengan mobil berplat Madura," terang Kapolsek Bangsalsari.

I Putu Adi, menerangkan saat diperiksa, Nana Sunardi atau Nana Sukmana tidak membawa KTP atau identitas lainya dan saat ditanya namanya memberikan jawaban yang berubah-ubah. "Kami dapat identitas yang bersangkutan dari hasil bertanya berulang-ulang. Akhirnya diketahui yang bersangkutan berasal dari Desa Karangsawah, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes Jateng, " ungkapnya.

Selanjutnya pihak Polsek berkoordinasi dengan Kapolres Jember, karena beliau pernah tugas di Brebes. Atas petunjuk dari Kapolres akhirnya dengan bantuan Polres Brebes, serta Polsek disana akhirnya Nana S bisa dipertemukan dengan keluarganya, dan hari ini pihak keluarga sudah tiba di Mapolres Jember, yang diantar
oleh pihak kepolisian dari Brebes, sekaligus membawa pulang Nana Sunardi ke Brebes.

"Dari keterangan keluarga Nana, didapat keterangan
bahwa orang tersebut memang dalam keadaan stres dan pergi meninggalkan  rumahnya selama 7 tahun. Pihak keluarganya sudah berupaya mencari kesana kemari namun tidak juga ketemu," tutur I Putu Adi.

Sementara itu, Ifan Maulana adik dari Nana S saat ditanya oleh awak media di Mapolres Jember, mengatakan bila kakaknya memang mengalami gangguan jiwa dan sudah berobat kemana-mana namun masih belum sembuh, dan malah lepas dari pengawasan, karena pergi meninggal rumah tanpa diketahui kemana perginya

"Kami sekeluarga sangat terharu sekali bisa bertemu dengan saudara yang telah lama menghilang, 7 tahun pergi dari rumah. Ini semua berkat jasa pihak Kepolisian  sehingga kami dapat bertemu kembali. Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga hari ini bisa bertemu dan berkumpul kembali dengan keluarga.(hin)
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 2/21/2020 12:38:00 AM

Bupati Kunjungi Keluarga Berita Viral Penculikan Anak ,Berita Penculikan Anak Di Jember (HOAX) 2020

Beredar nya banyak di mensos ,tentang pemberitaan penculikan anak
 di Kabupaten Jember cukup meresah kan ,polres Jember menyatakan berita penculikan anak itu berita hoax.
Pada hal nya yang terjadi pada beberapa hari lalu, seorang kakek (Hariyanto ) akan menjemput sang cucu di sekolah SDN Jember Lor 1, yang itu hanya kesalah fahaman.18/02/2020.

Bupati Faida saat berkunjung ke rumah Hariyanto, korban tertuduh penculik anak di SDN Jember lor 1,untuk memberikan rasa aman nyaman dan tentram.yang nuga sebelum nya Dandim 0824 juga berkunjung di sekolah anak tersebut.
"Apapun pembangunan itu, kata Bupati kalau tidak ada rasa aman ayem maka orang tidak akan merasakan kebahagiaan," ujar bupati 20/02/2020

Belajar dari kasus Hariyanto, Bupati Faida meminta bantuan semua pihak agar tidak bercanda yang bisa menimbulkan persepsi macam. Namun, kata dia, kewaspadaan tetap penting. Apalagi, Jember sebagai kabupaten layak anak. Karena itu, fasilitas di sekolah harus melengkapi keamanan anak didik.
“Masa depan kita ini di anak-anak. Maka, selain fasilitas pendidikan, juga perlu rasa aman untuk anak-anak, ”ungkapnya.

Bupati Faida menyampaikan terima kasih kepada TNI dan Polri memiliki sahabat anak-anak sekolah, sehingga anak-anak memiliki rasa aman.
Bupati Faida mengapresiasi siswa SD Negeri Jember Lor 1, sebab tidak sampai terjadi intimidasi terhadap cucu Hariyanto.

Siswi yang dikabarkan menjadi korban, juga tetap bersekolah. Para siswa mampu menerima satu sama lain. Sekolah juga tetap berjalan dengan lancar.
“Anak-anak membuktikan hebat ,ujar bupati.(hin)
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 2/20/2020 02:25:00 PM

Berita Viral Penculikan Anak SD Di Jember Adalah Kesalah Pahaman 2020



Isu Penculikan yang menghebohkan warga di Jember tersebut menyebutkan jika ada 3 siswi di SDN Jember Lor yang menjadi upaya korban penculikan yang terjadi pada Selasa kemarin, adalah kesalah pahaman warga dalam menerima informasi yang beredar.18/02/2020

Kasat reskrim AKP Yatwavina Jumbo Qotas bahwa isu penculikan adalah tidak benar, yang benar adalah kesalah pahaman warga dalam menerima informasi, orang yang dikira penculik, adalah wali murid yang akan menjemput cucunya di sekolah, jadi warga tidak perlu membesar-besarkan lagi soal isu penculikan. Dampak dari isu yang viral tersebut, sangat mempengaruhi anak-anak secara psikis anak-anak di sekolah tersebut, sehingga pihaknya menggandeng Pekerja dari Dinas Sosial untuk memberikan trauma Healing kepada anak-anak 19/02/2020.pres relase

“Efek dari isu yang viral, anak-anak menjadi cemas dan was-was, padahal semua itu hanya kesalah pahaman dan tidak ada upaya penculikan, sehingga kami akan memberikan trauma healing kepada anak-anak di SDN Jember Lor, ujar Kasatreskrim

Suharianto, wali murid yang sempat dirumorkan sebagai penculik, kepada wartawan mengatakan, bahwa dirinya saat itu berniat menjemput putrinya, ketika bertemu dengan tiga siswi, ia berniat mengajak tos " menyapa dengan tangan,red "setelah itu mengelus pundak salah satu siswi .

“Saya itu senang gurau dengan anak-anak, ketika menunggu cucu saya pulang, saya melihat ada 3 anak-anak yang lewat, kemudian saya ajak tos, karena hal ini sudah biasa saya lakukan, dan juga dilihat banyak orang kok, saya gak tau kalau ternyata ada kejadian seperti ini,” ujar Harianto.

Sementara Hartatik, Kepala Sekolah SDN Jember Lor saat ikut mendampingi wali murid ke Mapolres Jember, kepada wartawan mengatakan, bahwa persoalan ini sebenarnya sudah selesai kemarin, dimana saat ada isu itu, pihaknya bersama dengan wali murid dan juga satpam memeriksa rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang ada disekolah, dan dipastikan jika itu salah satu wali murid yang biasa menjemput cucunya.
Kemarin sudah clear, dan tidak terjadi apa-apa, namun ternyata sore hari isu penculikan semakin ramai, dan tadi pagi, kami semua mengumpulkan wali murid dan memberikan penjelasan dan duduk persoalan yang sebenarnya.(hin)
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 2/19/2020 02:20:00 AM

Satreskrim Polres Jember berhasil Membekuk Empat DPO Pembacokan di Puger




Setelah dinyatakan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polisi menyebut empat orang itu berinisial Il, R, D dan I. Semuanya warga Kabupaten Jember.

Penangkapan keempatnya bermula dari penangkapan R (Revan) di tempat persembunyiannya di Kecamatan Gumukmas. Dari penangkapan R kemudian dikembangkan pada tersangka lain yaitu D (Andreas Dani), dan terus berlanjut ke Il (Ilyas), dan I (Ilham).

Kepala Satreskrim Polres Jember, AKP Yadwavina Jumbo Qontasson mengatakan, Empat pelaku berhasil ditangkap dipersembuyianya di Jember.
Ajis ditangkap Minggu (9/02/2020)dini hari .lalu hari selasa penangkapan empat tersangka yang di nyatakan DPO oleh polres Jember .
"Bermula dari penangkapan R di tempat persembunyiannya di Gumukmas, kemudian pindah ke DPO yang lain, ketiganya bersembunyi di rumah tersangka IHM," kata Jumbo, Rabu (12/2).

Hasil dari pemeriksaan mendapatkan keterangan barang bukti sajam awal pernyataan dari tersangka utama Ajis dibuang ke laut, dan ternyata clurit itu dipendam di belakang rumah Ilham

"Selanjutnya Kami dalami Peran mereka masing-masing, Senjata tersebut Yang membawa (menyiapkan) tsk R namun tetapi TIDAK ADA keinginan untuk review membunuh melainkan untuk review jaga-jaga Diri antar Kelompok preman," jelasnya

Selebihnya also mengamankan kendaraan  bermotor Yang digunakan Adalah Milik Andreas Dani Dan Iliya. Berita Sebelumnya Mardi mati setelah disabet celurit oleh Ajis. Sebelumnya Mardi juga disebut dianiaya bersama oleh lima orang yang ada di kelompok Ajis gara gara minta (malak rokok)

Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 2/15/2020 05:27:00 PM

E - Tilang Jember ,, Lima Jalan Persimpangan Area Kota Di Lengkapi CCTV




Jelang penerapkan tilang elektronik atau E-Tilang, Satlantas Polres dan Dinas Perhubungan Pemkab Jember pasang rambu himbauan di beberapa titik.

"Untuk penerapan E-TIlang mungkin akan dilaksanakan pada tahun-tahun ini," kata KBO Satlantas Polres Jember, Iptu Agus Yudi Kurniawan, kepada sejumlah awak media usai memasang sejumlah papan himbauan di perempatan Mangli, Jumat (14/2/2020).

Sosialisasi bertuliskan “Area Diawasi Kamera CCTV” dipasang di 5 titik persimpangan utama kota Jember, masing-masing di Simpang 4 Mangli, Simpang 4 Argopuro, Simpang 4 Pasar Tanjung, Simpang 4 SMP Negeri 2 dan Gladak Kembar, sosialisasi  juga di running text.

“Kami melakukan pemasangan tulisan bahwa area ini diawasi kamera CCTV, selain untuk menekan angka pelanggaran kepada pengguna jalan, juga sosialisasi kepada masyarakat, bahwa kedepannya, di Jember juga akan diberlakukan tilang elektronik,” ujarnya.

Agus menambahkan, sosialisasi area pengawasan CCTV, diharapkan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas juga tinggi sehingga menekan angka pelanggaran. “Sudah ratusan Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang”, ujar nya (hin)
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 2/14/2020 06:13:00 PM

Pengedar Uang Palsu Wilayah Jenggawah Di Bekuk Satreskrim Polres Jember



Peredaraan uang palsu tersangka Tehgno Axel Syaputra bin Paito (38) warga Dusun Krajan, Desa Mlokorejo, Kecamatan Puger dan Sunarso bin p (60) warga Kertonego, Kecamatan Jenggawah dibekuk Jajaran Satreskrim Polres Jember di Jalan Kertonegoro .10/02/2020
Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal Saat Press Converence rabu (12/02/2020) mengatakan, Kedua pelaku pengedar uang palsu ini merupakan residivis yang kerab beraksi di Wilayah Jember.

 Uang palsu berjumlah 16 juta rupiah, pecahan 100 ribu, 98 lembar, dan pecahan, 50 ribu, 124, lembar, yang dibeli dari tersangka Sunarso," terang Alfian(kapolres).

Dari pembelian tersebut dibatalkan 1: 4. Uang palsu 16 juta dibeli dengan harga 4 juta rupiah. Tersangka Sunarso ini membeli uang palsu untuk H Putra (DPO) yang meminta berasal dari Madura denga ganti 1: 5. Satu lagi tersangka Mujib dari Bogor (DPO).

"Tersangka ini sengaja membeli uang palsu (Upah) untuk mencari uang. Menganggap pernah membayar utang dengan kasus yang sama. Yang satu di lapas Jember dan satunya di lapas Lowokwaru Malang" ungkapnya.


Ada dugaan peredaran uang palsu ini keterkaitan dengan pilkada dan Mony Politik, untuk itu kami dari kepolisian akan meminta pemberian rasa aman dan nyaman untuk masyarakat.
Tersangka akan akan dijerat pasal 36 ayat (2), (3) UU no. 7 tahun 2011 tentang mata uang yang dimanipulasi 15 tahun  (hin)
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 2/11/2020 08:53:00 PM

Tersangka Pengeroyokan Desa Mojosari Kecamatan Puger Di Tangkap ,Tiga Masih DPO Polres Jember



Salah satu tersangka pengeroyokan bernama  Ajis Saputra (18) warga Dusun Jadukan RT/RW 002/023 Desa Mojosari, Kecamatan Puger. Penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia diungkap Satreskrim.Tersangka  telah menghabisi nyawa korban Mardi Rahmad Dani (22) warga Dusun Krajan, Desa Mojosari, Kecamatan Puger gara-gara tidak terima ditegur oleh korban, sehingga terjadi cekcok berujung penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia karena ditebas sebilah celurit oleh tersangka.
 
Bermula saat Yoga-Yogi saudara kembar rekan korban sedang berada di area alun-alun puger, tidak lama kemudian datanglah tersangka dengan meminta rokok (Memalak), karena tidak dikasih terjadi cekcok.
Korban yang mengetahui hal itu lantas mendekat dan bertanya (Onok Opo Bro, ada apa Dari situlah awal percekcokan hingga terjadi penganiayaan.09'20/2020

Dari pengakuan  saat cekcok itulah korban memukul, tidak terima dipukul, lantas tersangka mengambil sebilah sajam atau celurit kemudian dihantamkan ketubuh korban yang mengenai badan sebelah kiri.
Kemudian korban langsung dilarikan kerumah sakit, sesampainya dirumah sakit korban sudah meninggal dunia. "Sadisnya lagi, tersangka menghabisi korban didepan istrinya, "ujar Kapolres. 10/02/2020

Aksi tersangka tidak sendiri melainkan dibantu oleh tiga temannya yang saat ini buron dan dalam pengejaran petugas, tiga tersangka ini berinisial  IL, R dan D.(DPO)Daftar Pencarian orang polres Jember (prees relase).

Tersangka ini melakukan aksi pemalakan diarea alun-alun puger dilakukan lima kali. Kita menduga ada kelompok-kelompok lain atau genk yang ada disitu melakukan hal yang sama ,ujar kapolres.
Penyiapan personil untuk selalu melakukan patroli rutin guna meminimalisir gangguan Kamtibmas, supaya masyarakat merasa aman dan nyaman, imbuh Kapolres.
Sejumlah barang bukti diamankan di Mapolres Jember guna dilakukan pemeriksaan .(hin)
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 2/10/2020 01:59:00 AM