Rabu, 08 April 2020

Muspika Kecamatan Kaliwates Berikan Pemahaman" Pasien Covid -19 " Warga Sekitar Pemakaman .



Berawal Keresahan warga, saat pelaksanaan pemakaman , melihat mobil ambulans jenazah masuk kedalam area pemakaman, yang terjadi sebelum sholat dhuhur.warga sekitar pemakaman merasa curiga ketika peti mati yang keluar dari ambulans diisolasi.warga beranggapan yang meninggal terkena virus -19 ,sehingga warga sekitar pemakaman resah .
Warga sekitar pemakaman mendatangi Gunadi (ketua Rw 05) kelurahaan Jember kidul Kecamatan Kaliwates.08/04/2020

"Warga  bilang ada orang meninggal dibawa dengan ambulans," tuturnya. Disamping itu, petugas dari kepolisian dan TNI juga hadir di pemakaman.

Mendapat laporan warganya, Gunadi langsung memberitahu dan berkoordinasi dengan kelurahan. Kemudian, dilanjutkan ke Camat dan Kapolsek Kaliwates. Kemudian, pemerintah setempat mendatangi lokasi dan memberikan pemahaman kepada warga sekitar area makam.



"Memang warga yang meninggal, memiliki area pemakaman didaerah lingkungan telengsari. Seharusnya, warga sekitar rumah yang meninggal (Jalan Raden patah) memberitahukan ke warga sini, apalagi sekarang marak virus corona. Gunadi mengaku, biasanya bila ada warga yang meninggal melaporkan kepada dirinya. Sehingga, dia bisa memberitahukan ke warganya. "Karena saya juga termasuk pengurus makam disini," ujarnya.

Yoyok Sulistiyono ( lurah Jember Kidul) menerangkan ada warga Jalan Raden Patah, Kelurahan Kepatihan, meninggal dunia. Dia diduga adalah Orang Dalam Pemantauan (ODP)

Yoyok menyatakan, keresahan ini mungkin ada miss komunikasi, dari pihak keluarga yang meninggal ke warganya. Tidak memberikan informasi kalau dimakamkan disini, sehingga warga merasa resah.

"Dikuatirkan yang meninggal itu, adalah positif. Padahal perlu diketahui bersama, pasien ODP sudah melalui prosedur yang telah ditentukan oleh pihak rumah sakit pemakamannya.

Selaku Lurah, bersama Kapolsek dan Camat memberikan pemahaman kepada warga sekitar pemakaman. Bahwa yang meninggal ini ODP dan bukan positif corona.ujar pak lurah dan muspika Kaliwates (hin)
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 4/08/2020 11:58:00 PM

Musrembang Kabupaten Jember Tahun 2021 , Di Pendopo Menyesuaikan Phisycal Distancing


Musyawaran Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Jember Tahun 2021, yang dipimpin langsung oleh Bupati Jember Faida, dalam situasi darurat covid 19, dalam Musrenbang RKPD tidak mengundang  orang terlalu banyak, hanya beberapa pejabat yang berkepentingan saja, guna menyesuaikan phisycal distancing.acara yang bertempat di Pendopo Wahya Wibawa Graha  07/04/2020

Pada kesempatan tersebut hadir mendampingi Bupati Jember Faida diantaranya Wakil Bupati A Muqid Arif, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Kab Jember Itqon Sauqi, Dandim 0824/Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin,  dihadapan para kepala dinas jajaran Pemkab Jember, dalam arahannya Bupati Jember menjelaskan beberapa capaian indikator tahun sebelumnya dan yang sedang berjalan.

Bahwa untuk beberapa target memang sudah terlampaui dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), tetapi bukan berarti kita berhenti pada titik tersebut, dan untuk target yang belum terlampaui maka harus ada upaya lebih keras, termasuk dalam pemotongan anggaran Capaian indikator makro ekonomi kabupaten jember sampai tahun 2019, diantaranya Pertumbuhan ekonomi kabupaten jember tahun 2019, target pencapaiannya telah meningkat lebih tinggi menjadi sebesar 5,31% dibandingkan capaian tahun sebelumnya  2018 sebesar 5,23%. Pertembuhan tersebut paling utama didorong oleh, Setor pengolahan, Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, serta Sektor Kontruksi,

Kemudian, Perkembangan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) di kabupaten jember menunjukkan tren yang terus meningkat sejak tahun 2015 sampai 2019, IPM Kabupaten jember sebesar 66,93 poin atau bertambah besar 0,73 poin dibandingkan tahun 2018. Selanjutnya, tingkat pengangguran di kabupaten Jember pada tahun 2019, berkurang sebanyak 3.901 orang dibandingkan tahun 2019.

Kemudian tingkat kemiskinan di Kabupaten Jember, Jumlah penduduk miskin terus menunjukkan tren menurun, di tahun 2019 dari target RPJMD 10,38 % tingkat kemiskinan, kita bisa mencapai 9,25%, Dan jumlah penduduk miskin dijember yang semula pada tahun 2018 sebesar 243,42 ribu jiwa, menjadi 226,57 ribu jiwa atau berkurang 16,85 ribu jiwa.

Lebih lanjut Bupati Jember Faida menegaskan bahwa ditahun 2021 target RPJMD tingkat kemiskinan 10%, artinya target tahun 2021 itu sudah lebih tinggi daripada capaian di kita tahun 2019. Namun demikian, kita tidak boleh lengah, dan membuat upaya yang lebih serius apalagi adanya dampak covid-19 ditahun 2020, maka tahun 2021 harus lebih fokus kepada upaya-upaya pemulihan ekonomi, dan pengentasan kemiskinan.

Selanjutnya Bupati Jember menjelaskan ada 3 tujuan Musrenbang RKPD Kabupaten Jember daiantaranya, pertama,  menyepakati permasalahan pembangunan daerah, prioritas pembangunan daerah, berserta program, kegiatan, pagu, indikatif, indikator, target kerja serta lokasi.

Kedua, melakukan penyelarasan program dan kegiatan pembangunan daerah dengan sasaran dan prioritas pembangunan provinsi serta pemerintah pusat, dan ketiga, melakukan klarifikasiklarifikasi program dan kegiatan yang merupakan kewenangan daerah kabupaten dengan program dan kegiatan desa yang diusulkan berdasarkan hasil Musrenbang Kecamatan. Kata Bupati Jember Faida.

Menyikapi  kegiatan tersebut Dandim 0824/Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin menyampaikan,  bahwa kita Kodim 0824/Jember Siap mendukung pembangunan daerah, sangat mendukung upaya-upaya yang telah disampaikan oleh Bupati selaku eksekutif dan Ketua DPRD selaku legislatif, saya berharap kita bersama-sama bertekad memajukan Jember dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jember.

Dan untuk saat ini mari kita bersama-sama menyatukan visi kita ditengah darurat covid 19 ini, masyarakat sedang memerlukan keseriusan kita, sehingga pembangunan di Kabupaten Jember dapat berjalan, penanganan covid 19 yang sudah menjadi darurat internasional dapat segera berakhir. Tegas Dandim 0824/Jember (*)
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 4/08/2020 08:10:00 PM

Minggu, 05 April 2020

Jember Sport Garden (JSG) .COVID - 19 PEMKAB MENGAKTIFKAN UNTUK KARANGTINA UNTUK PEMUDIK DARI ZONA MERAH .




 Posko kesehatan di lima titik masuk Jember yang di terapkan Saat ini, Pemkab telah mengaktifkan karantina untuk pemudik yang dari zona merah di Jember Sport Garden (JSG). Bupati Jember dr. Faida MMR mengatakan, pemudik dari luar kota yang termasuk zona merah, akan aktifkan, masuk di JSG, "Agar Jember yang sudah terkendali dan aman ini bisa berjalan lebih tertib," kata Bupati Jember, dr. Faida, MMR., saat mentransfer ruangan JSG yang menjadi ruang isolasi.04/04/2020

Bupati berharap masyarakat Jember yang berada di luar kota untuk tidak pulang kampung halaman di Jember. “Tetaplah di kota masing-masing. Lakukan keluarga dalam keadaan baik-baik saja. Semoga dalam waktu aktif mungkin kembali, " ungkap beliu

Pulihnya kondisi seperti semula, menurut bupati, akan cepat terjadi semua tertib menjalankan protokol kesehatan dan mengubah. Seperti melakukan isolasi dan mengubah sosial secara mandiri.  Kondisi Jember saat ini, menurut bupati, sudah terkendali cukup baik. Masjid-masjid tetap bisa berjalan. Pengajian sudah tertib. Tidak ada orang dalam jumlah yang banyak. Bahkan acara pernikahan pun ditunda.

Pasar-pasar sudah ditata sesuai ketentuan. Pengendalian ini agar kasus korona tidak semakin meningkat, yang bisa meningkat ekonomi. “JIKA TIDAK dikendalikan, masa Isolasi akan LEBIH Panjang Lagi, Maka Diminta kerjasamanya," ujar bupati. "Pengorbanan Yang Begitu Banyak Penyanyi, Jangan Tersia-siakan DENGAN TIDAK terkendalinya Arus mudik," imbuhnya.

Bupati Kembali mengingatkan, Warga Yang Datang dari kota yang masuk zona merah akan pindah isolasi selama 14 hari di JSG. "Karena itu, tetaplah di kota masing-masing. Tidak perlu mudik.  "Sayangi keluarga kamu. Sayangi temanmu. Sayangi kota masing-masing, dan jaga dirimu. Jangan mudik. Tetap di kota masing-masing," imbuhnya. Karantina operasional untuk pihak ketiga. Dapat dikenali dari alat pelindung diri yang dipakai.

APD warna putih untuk tim medis, cokelat untuk Polri, hijau untuk TNI. Sementara petugas yang memakai jaket adalam tim penapis (penyaringan) di depan pintu masuk. "Semua ini kolaborasi yang dilakukan untuk memasang JSG sebagai ruang isolasi massal," terangnya.

Karantina operasional ini dijalankan oleh tim medis gabungan. Paramedisnya para muda yang direkrut khusus untuk menginstal korona. Ada juga sukarelawan khusus, TNI, Polri, dan PMI. “Mulai malam ini petugas sudah masuk. JSG, "tandasnya.
Seluruh APD dan logistik sudah masuk ke JSG. 250 tempat tidur juga sudah siap. Membutuhkan alat rontgen dan tes cepat." Manakala perlu dirujuk, akan dirujuk, "tambah bupati . Bupati mengutip, mulai Minggu pagi, 05 April 2020, posko - posko di lima pintu masuk Jember akan mengirimkan warga yang dibutuhkan dari zona merah ke karantina. Pengiriman menggunakan transportasi khusus.

“Termasuk ODP ringan. Tapi ODP yang perlu perawatan tidak ada di JSG, "terangnya. ODP yang memerlukan perawatan masuk ke RS dr. Soebandi Jember. (*).
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 4/05/2020 12:25:00 PM

Jumat, 03 April 2020

Covid -19 ,, Bupati dan Wabub Siapkan Tiga Armada Bus Untuk 63 Warga Binaan Kebebasan Khusus.



163 warga binaan yang memdapat kebebasan Khusus ,Pemkab Jember membantu mengantar warga binaan lapas klas IIA Jember yang mendapat kebebasan khusus hingga kerumah masing-masing.
Bupati Jember dr Hj Faida MMR dan Wakil Bupati Drs KH A Muqit Arif didampingi Kalapas IIA Jember Yandi Suyani mengantar langsung para warga binaan yang bebas menuju bus penjemputan. Jalan PB Sudirman no 13 Pagah Jember Lor Kecamatan Pantrang Jember 03/04/2020

 "Hari ini saya dan pak Kyai mengantar mereka yang mendapatkan kebebasan program dari pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Jokowi melalui Menkumham terkait Wabah Corona," ujarnya .Harapan kami kedepan, semoga mereka yang sudah bebas tidak kembali mengulangi tindak pidana yang berdampak hukum apalagi di tengah wabah covid-19 yang semakin meluas,Bupati  ingin mereka yang sudah bebas bisa berkumpul dengan keluarga serta masyrakat sekitar sehingga dapat memanfaatkan waktu yang ada dengan lebih berguna.


Pemkab Jember menyediakan 3 bus untuk mengantar para warga binaan kerumah masing-masing. Tak hanya itu, mereka juga diberikan beras 5 kg, dan juga tali asih, serta masker. Sementara itu Kalapas Jember Yandi Suyandi mengatakan, pihaknya melaksanakan intruksi dari pusat terkait pembebasan warga binaan di lingkungannya.
"Sejak tanggal 1 April hingga kini berjumlah 123 orang. Hari ini 63 orang.ujar Kalapas Jember.(hin)
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 4/03/2020 06:27:00 PM

Antisipasi Pemkab Peyebaran Covid -19 ,JSG untuk Tempat Isolasi



Mengantisipasi Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Dalam Resiko (ODR) terjadi kelonjakan, Pemerintah Kabupaten Jember telah menyiapkan tempat isolasi di Jember Sport Garden (JSG).

Berbagai langkah telah dilakukan, dalam mengantisipasi penyebaran dan penularan virus covid 19 atau corona, salah satunya menyiapkan tempat isolasi.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, M Satuki menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan beberapa tempat. Saat ini tempat yang telah siap di JSG Ajung.

“Njagani (antisipasi) bila sewaktu-waktu diperlukan, apabila jumlah kasus korona yang ada di tengah masyarakat meningkat terus,” terangnya, saat ditemui di Posko Percepatan Penanganan Covid-19.

Saat ini, JSG adalah tempat yang tepat untuk dijadikan tempat isolasi. “Persiapan di JSG sudah. Tinggal dilengkapi fasilitas kesehatan,” terangnya.(2/04/2020)

Satuki mengungkapkan, sekarang belum ada satupun tempat yang digunakan untuk isolasi. Semua baru tahap dipersiapkan  .Selain di JSG Ajung, tempat lain yang masih dalam penilaian ialah Hotel Rembangan di Arjasa. Hotel Rembangan masuk sasaran penilaian untuk disiapkan sebagai cadangan tempat isolasi penanganan korona.

Namun, gugus tugas berdasar kajiannya menilai Hotel Rembangan tidak memenuhi syarat sebagai tempat isolasi kasus virus corona.Karena itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, Bupati Jember dr. Faida, memberikan arahannya bahwa Hotel Rembangan tidak jadi disiapkan untuk tempat isolasi.

“Hotel Rembangan tidak jadi digunakan atau tidak dipersiapkan untuk cadangan,” ungkapnya.
Hasil analisa diperoleh suhu yang terlalu dingin di tempat itu, tidak tepat untuk penanganan virus tersebut. “Menangani COVID-19 perlu suhu yang panas,” jelasnya.

Selain Hotel Rembangan berada di ketinggian, jaraknya cukup jauh dari fasilitas kesehatan. Sementara masih ada tempat lain yang tepat.

Tempat isolasi disiapkan, untuk digunakan apabila suatu waktu ODP dan ODR semakin meningkat dan tidak terkendali. */hin
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 4/03/2020 07:22:00 AM

Kamis, 02 April 2020

Audensi Bupati dan Komandan Kodim 0824 Jember ,Update Penanganan Peyebaraan Covid -19 ,2 orang PDP Dinyatakan sembuh



Audiensi Bupati Jember dan Komandan Kodim 0824/Jember dengan berbagai media mengupdate penanganan penyebaran covid 19 di Kabupaten Jember, Rabu, 1 April 2020 pukul 10;30 di Pendopo Wahyawibawagraha ditayangkan live facebook oleh diskominfo.


Bupati Jember menyampaikan bahwa data sampai tadi malam di Kabupaten Jember jumlah ODR ada 1.402 orang, 414 orang dipantau epidemologinya oleh puskesmas dan dinyatakan sehat, sisanya sehat tetapi dalam pemantauan oleh pihak pemerintah. Kalau sudah masuk hari ke- 14 mereka tidak lagi dalam status ODR tetapi memantauan berkurang atau intensitasnya turun. ”Dari ODR ada 200 -300 orang dipantau ketat. Mereka berasal dari luar kota, termasuk tki yang pulang kampung,” ujar bupati.


Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 222. Dari keseluruhan ODP, 51 orang dipantau dan dinyatakan sehat, 1 org meninggal dunia tetapi disebabkan oleh penyakit lain bukan karena virus corona. 170 orang dalam pantauan di 26 Rumah Sakit dan 144 puskesamas.

Pasien Dalam Pemantauan (PDP) ada 13 orang. ”Kemungkinan akan bertambah, ada indikasi nambah 2 orang, kita tunggu rilis nanti sore,” kata dokter Faida. Dua (2) orang PDP dinyatakan sembuh oleh pihak rumah sakit.

Peta sebaran covid 19, dua kecamatan berstatus merah yakni Kaliwates dan Puger.” Yang berbahaya adalah orang kontak yang menyembunyikan informasi keadaan dirinya sehingga bisa menularkan pada orang lain,” ujar Faida. Dia menghimbau, “Yang mengisolasi diri sebaiknya melaporkan ke petugas juga.”  Dihimbau masyarakat jangan kuatir untuk melaporkan ke petugas karena petugas akan merahasiakan identitasnya. Bupati Faida, “Dari 31 kecamatan, hanya 2 yang masih hijau atau green zona, Tempurejo dan Sumberjambe.” Seperti diketahui Kabupaten  Jember jadi rujukan PDP bagi luar kota sekitar.

Mereka dirawa diruang isolasi. Di rumah sakit rumah sakit yang sudah ditunjuk oleh pemerintah terutama  RS. Dr. Subandi.

Sejak dua hari terakhir Satgas penanganan covid 19 upayakan kegiatan tambahan. Lima pintu gerbang, upaya penahan penyebaran, keluar masuk Kabupaten Jember dilakukan skrining. Mendeteksi semua orang yang masuk,  dari zona merah, setidaknya suhu badan.Jikalau  suhunya normal, diberi formulir dan di catat sebagai ODR dan dikenakan gelang kuning, dievaluasi selama 2 minggu ke depan.


Bila ditemukan suhu 38 ke atas tidak diijinkan masuk Jember tetapi di isolir. Mereka masuk kategori ODP dikenakan gelang warna merah. Bupati tegaskan, “Status odr, odp dan pdp bukan aib,”

Gelang yang dipasang kepada para pendatang yang masuk ke Jember terdapat bar code. Sekali lagi ditegaskan oleh dokter Faida, “Odr, odp tidak perlu panik, gelisah dan malu. Tidak semua pdp dirawat di rumah sakit juga tidak semua odp sehat kadang juga perlu dirawat.”

Pemerintah daerah akan membagikan masker untuk para pedagang di pasar.”Bagi orang yang akan masu pasar tertibkan cuci tangan dan saat keluar pasar juga demikian,” kata bupati. Dengan pembatasan jam bertransaksi di pasar, ada hikmahnya yaitu pola jual beli beralih lewat online. . “Pasar tidak tutup tapi dibatasi jam, sehingga ada perubahan pola transaksi. Pemerintah hadir, memberi informasi dan sediakan aplikasi,” kata bupati. Akibatnya layanan ini menjadi berkah bagi ojek pangkalan.

Terkait dengan penyediaan Alat Pelengkap Diri (APD), pemerintah sudah berupaya memesan tetapi sangat sudah didapat karena semua daerah membutuhkan. Saat ini Pemda Jember bekerja sama dengan masyarakat untuk membuat sendiri. “Hari ini kita beri oder di Desa Rambigundam untuk membuatkan baju APD dan Masker,” ujar bupati. Pemerintah memiliki data par penjahit sebab beberapa waktu yang lalu mereka didata sewaktu ada kongres penjahit.

Bupati menilai bahwa masyarakat lebih tertib sejak adanya covid 19. Ia menyarankan hal terbaik dalam penahan penyebaran covid 19 adalah tinggal di rumah (Stay at home) dan kalau masih bisa bekerja, bekerja di rumah (Work at home).

Sementara itu Dandim 0824/Jember, Letkol Inf. Muhammad La Ode MN. mengingatkan kepada semua warga masyarakat terutama para awak media untuk mengedepankan berita positif, bukan hoax, yang bisa menjaga ketertiban dan kedamaian sehingga di masyarakat tidak terjadi kepanikan.

“Bagi masyarakat kami minta proaktif mendukung upaya pemerintah. Jika ada anggotanya keluarganya yang datang dari luar daerah Jember, tolong dilaporkan ke RT RW masing-masing untuk diteruskan ke puskesmas agar mendapat pemerikasaan lebih lanjut,” kata La Ode.(*/hin)
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 4/02/2020 01:23:00 PM

Rabu, 01 April 2020

Jalan Pertokoan Jompo Bupati Bersama Forkompimda Akses Jalan Hari Ini DiBuka .


Jalan Pertokoan Kali Jompo yang lama di tutup hari ini .Bupati Jember bersama Forkopimda membuka kembali akses jalan raya Sultan Agung yang merupakan akses utama menuju jantung kota jember setelah ditutup akibat ambruknya pertokoan Jompo. "Separuh jalan akan dibuka pada hari ini agar bisa digunakan kembali oleh para pengguna jalan. Kemudian untuk perbaikan jalan dilakukan oleh tim jalan dari pusat, " terang Bupati Faida. Selasa(31/03/2020)7

Akibat ambruknya pertokoan jompo sepanjang jalan raya Sultan Agung menjadi sepi, setelah akses jalan ini dibuka diharapkan aktifitas kembali pulih seperti sediakala. Polres bersama Dinas Perhubungan Jember menyampaikan bahwa, alur jalan seperti sebelumnya, namun hanya separuh ruas jalan yang bisa digunakan. "Sementara bekas pertokoan jompo rencananya  akan difungsikan menjadi taman kota, namun menunggu perbaikan permanen jalan selesai terlebih dahulu. Kita menunggu selesainya pelaksanaan perbaikan jalan, karena itu yang melaksanakan  Pemerintah pusat.(*)
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 4/01/2020 02:56:00 AM

Selasa, 31 Maret 2020

Pelakuan Sama Bupati Dan Dandim 0824 Sebelum Masuk Area Stasiun , Memperketat Screening Penumpang KAI


Dandim 0824 dan Bupati mendapat pelakuan sama sebelum mamasuki area stasiun ,yangdi wajibkan untuk cuci tangan dan pemeriksaan suhu tubuh oleh petugas securty stasiunbaru bisa masuk area.rombongan di sambut  langsung Pak Herijianto kepala Stasiun KeretaApi Jember ,Langsung protokol yang diklakukan oleh petugas, saat penumpang naik maupun turun, untuk meyakinkan bahwa, masyarakat yang masuk ke Kabupaten  Jember benar-benar sehat dan tidak terjangkit covid 19, sehingga tidak memperluas penularan covid19 .30/03/2020

Beberapa waktu yang lalu Komandan Kodim 0824/Jember sendiri yang melakukan peninjauan langsung ke Stasiun Kereta Api tersebut, kali ini kedatangannya bersama Bupati Jember Faida, untuk meyakinkan kembali serta berpesan kepada jajaran Daerah Operasi 9 PT Kereta Api Indonesia (Daops 9 PT KAI) untuk memperketat screening penumpang terkait covid 19 ini. Komandan Kodim 0824/jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin saat kami wawancarai menegaskan, bahwa upaya ini bagian dari memperketat proses screening bagi warga masyarakat yang memasuki Kab Jember, sehingga mereka yang masuk dapat dipastikan dalam keadaan sehat apa sudah ada tanda-tanda terdampak, untuk dilakukan tindakan lebih lanjut.

Dilokasi screening tersebut sudah kita siapkan para medis, ambulance untuk membawa orang yang masuk orang dalam resiko (ODR) ataupun orang dalam pengasawan (ODP), untuk dibawa ke lokasi karantina dan mendapatkan penanganan lebih lanjut, sehingga upaya pencegahan meluasnya penularan covid 19 ini dapat benar-benar berjalan secara efektif, guna melindungi masyarakat Jember yang sehat agar tidak tertular.bentuk tindakan pemerintah Kabupaten Jember dalam langkah memutus mata rantai penyebaran virus corona (covid -19)
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 3/31/2020 03:45:00 AM

Minggu, 29 Maret 2020

Mencegah Penyebaran Covid -19 ,Polsek Dan Muspika Kaliwates Bubarkan Arisan Guru MI


Acara arisan yang di selenggarakan Poniman warga jalan  Melati Rt 04 Rt 28 Kelurahaan Jember Kidul Kecamatan Kaliwates di bubarkan polsek Kaliwates. Sesuai edaran pemerintah dan maklumat Kapolri untuk antisipasi penyebaran Virus Covid-19 (Corona), jajaran Polsek Kaliwates bersama Muspika Kecamatan Kaliwates melakukan patroli.  Sekitar pukul 11.00 WIB, Muspika Kecamatan Kaliwates membubarkan kegiatan arisan guru MI, yang mengumpulkan sekitar 30 orang.Kegiatan ini bertempat di PP Riyadlus Sholihin 28/03/2020


Untuk menekan perkembangan penularan virus -19 . Menurut Kapolsek Kaliwates Kompol Edy Sudarto, kegiatan tersebut membuat warga Jl. Melati resah dan melaporkan kepada 3 Pilar Kelurahan Jember Kidul. Namun, saat di datangi 3 Pilar (Babinkamtibmas, Lurah, Babinsa), sesuai edaran pemerintah dan maklumat Kapolri, agar segala kegiatan yang bersifat pengumpulan massa untuk ditiadakan.

"Akan tetapi,  tuan rumah bersikukuh, tetap mengadakan kegiatan tersebut dengan dalih sudah mendapatkan ijin dari Polres,” jelasnya.
Kapolsek beserta Muspika Kaliwates segera mendatangi dan membubarkan kegitan tersebut dan selanjutnya membawa Poniman (tuan rumah) ke mapolsek untuk diminta keterangan.
Acara pembubaran berjalan aman , Pada akhirnya, Poniman membuat pernyataan permohonan maaf dan sanggup mendukung program pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus Covid -19 .29/03/2020 (hin)
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 3/29/2020 05:51:00 PM

Covid -19 , Kawasan Physical Distansing Jalan Sultan Agung Di Berlakukan .


Langkah Pemerintah Kabupaten Jember Untuk menekan penyebaran virus corona di masyarakat, Polres Jember memberlakukan kawasan Physical Distancing, jalur menuju Alun-alun Jember.

Windy Safutra (wakapolres) Jember Pemberlakukan Physical Distancy area alun-alun dan sekitarnya, guna pencegahan penyebaran covid 19 .Dengan menutup kawasan Physical Distancy (jaga jarak penyebaran penyakit covid -19, meminimalkan aktifitas masyarakat yang terbiasa bermalam mingguan di tempat yang ramai."Dengan adanya ini, kita membuat zona yang benar-benar steril dari aktifitas masyarakat. Jalan Sultan Agung 20/03/2020

Pemberlakukan ini, akan dilaksanakan hari Sabtu mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Sedangkan besok minggu, dimulai pukul 05.00 WIB Hingga pukul 10.00 WIB dan dilanjutkan pukul 15.00 sampai pukul 21.00 WIB.


"Sementara diberlakukan di alun-alun. Nanti akan melebarkan kawasan, mana yang akan dilakukan sebagai kawasan physical distancy. Untuk sementara memang sengaja dibuat buka tutup. Minimal masyarakat tahu, pembatasan aktifitas di kawasan publik.

Apabila ada yang tidak patuh, maka Polres Jember akan memberikan teguran langsung dan akan memberikan tindakan represensif bagi masyarakat yang melanggar. Yang membandel, kita interogasi di kantor dan akan dibuat surat pernyataan agar tidak mengulagi lagi. Jika masih tetap, kita berdasarkan aturan hukum akan menindaknya dengan pasal 212, 216, 218 KUHP," tegasnya

Penerapan physical distancing dilakukan setelah Jember masuk kategori zona merah, dimana terdapat 1 orang dinyatakan positif terjangkit, 10 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 168 orang dalam pengawasan (ODP) COVID-19.
Kapolres Jember melalui Wakapolres Kompol Windy Syafutra mengatakan, social distancing penting dilakukan untuk mengurangi intensitas masyarakat, ditengah pandemi virus corona penyebab COVID-19. Apalagi kawasan tersebut selalu ramai dikunjungi saat akhir pekan.

“Minggu pagi itu seringkali ramai dikunjungi masyarakat beraktivitas di acara car free day. Karena ada virus corona kami berupaya membuat kawasan yang benar-benar steril dari aktivitas masyarakat. Kewaspadaan meminimalkan komunikasi dan kontak masyarakat,” ungkapnya.(hin)
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 3/29/2020 02:31:00 AM