Tampilkan postingan dengan label polri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label polri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 April 2020

Muspika Kecamatan Kaliwates Berikan Pemahaman" Pasien Covid -19 " Warga Sekitar Pemakaman .



Berawal Keresahan warga, saat pelaksanaan pemakaman , melihat mobil ambulans jenazah masuk kedalam area pemakaman, yang terjadi sebelum sholat dhuhur.warga sekitar pemakaman merasa curiga ketika peti mati yang keluar dari ambulans diisolasi.warga beranggapan yang meninggal terkena virus -19 ,sehingga warga sekitar pemakaman resah .
Warga sekitar pemakaman mendatangi Gunadi (ketua Rw 05) kelurahaan Jember kidul Kecamatan Kaliwates.08/04/2020

"Warga  bilang ada orang meninggal dibawa dengan ambulans," tuturnya. Disamping itu, petugas dari kepolisian dan TNI juga hadir di pemakaman.

Mendapat laporan warganya, Gunadi langsung memberitahu dan berkoordinasi dengan kelurahan. Kemudian, dilanjutkan ke Camat dan Kapolsek Kaliwates. Kemudian, pemerintah setempat mendatangi lokasi dan memberikan pemahaman kepada warga sekitar area makam.



"Memang warga yang meninggal, memiliki area pemakaman didaerah lingkungan telengsari. Seharusnya, warga sekitar rumah yang meninggal (Jalan Raden patah) memberitahukan ke warga sini, apalagi sekarang marak virus corona. Gunadi mengaku, biasanya bila ada warga yang meninggal melaporkan kepada dirinya. Sehingga, dia bisa memberitahukan ke warganya. "Karena saya juga termasuk pengurus makam disini," ujarnya.

Yoyok Sulistiyono ( lurah Jember Kidul) menerangkan ada warga Jalan Raden Patah, Kelurahan Kepatihan, meninggal dunia. Dia diduga adalah Orang Dalam Pemantauan (ODP)

Yoyok menyatakan, keresahan ini mungkin ada miss komunikasi, dari pihak keluarga yang meninggal ke warganya. Tidak memberikan informasi kalau dimakamkan disini, sehingga warga merasa resah.

"Dikuatirkan yang meninggal itu, adalah positif. Padahal perlu diketahui bersama, pasien ODP sudah melalui prosedur yang telah ditentukan oleh pihak rumah sakit pemakamannya.

Selaku Lurah, bersama Kapolsek dan Camat memberikan pemahaman kepada warga sekitar pemakaman. Bahwa yang meninggal ini ODP dan bukan positif corona.ujar pak lurah dan muspika Kaliwates (hin)
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 4/08/2020 11:58:00 PM

Minggu, 29 Maret 2020

Mencegah Penyebaran Covid -19 ,Polsek Dan Muspika Kaliwates Bubarkan Arisan Guru MI


Acara arisan yang di selenggarakan Poniman warga jalan  Melati Rt 04 Rt 28 Kelurahaan Jember Kidul Kecamatan Kaliwates di bubarkan polsek Kaliwates. Sesuai edaran pemerintah dan maklumat Kapolri untuk antisipasi penyebaran Virus Covid-19 (Corona), jajaran Polsek Kaliwates bersama Muspika Kecamatan Kaliwates melakukan patroli.  Sekitar pukul 11.00 WIB, Muspika Kecamatan Kaliwates membubarkan kegiatan arisan guru MI, yang mengumpulkan sekitar 30 orang.Kegiatan ini bertempat di PP Riyadlus Sholihin 28/03/2020


Untuk menekan perkembangan penularan virus -19 . Menurut Kapolsek Kaliwates Kompol Edy Sudarto, kegiatan tersebut membuat warga Jl. Melati resah dan melaporkan kepada 3 Pilar Kelurahan Jember Kidul. Namun, saat di datangi 3 Pilar (Babinkamtibmas, Lurah, Babinsa), sesuai edaran pemerintah dan maklumat Kapolri, agar segala kegiatan yang bersifat pengumpulan massa untuk ditiadakan.

"Akan tetapi,  tuan rumah bersikukuh, tetap mengadakan kegiatan tersebut dengan dalih sudah mendapatkan ijin dari Polres,” jelasnya.
Kapolsek beserta Muspika Kaliwates segera mendatangi dan membubarkan kegitan tersebut dan selanjutnya membawa Poniman (tuan rumah) ke mapolsek untuk diminta keterangan.
Acara pembubaran berjalan aman , Pada akhirnya, Poniman membuat pernyataan permohonan maaf dan sanggup mendukung program pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus Covid -19 .29/03/2020 (hin)
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 3/29/2020 05:51:00 PM

Covid -19 , Kawasan Physical Distansing Jalan Sultan Agung Di Berlakukan .


Langkah Pemerintah Kabupaten Jember Untuk menekan penyebaran virus corona di masyarakat, Polres Jember memberlakukan kawasan Physical Distancing, jalur menuju Alun-alun Jember.

Windy Safutra (wakapolres) Jember Pemberlakukan Physical Distancy area alun-alun dan sekitarnya, guna pencegahan penyebaran covid 19 .Dengan menutup kawasan Physical Distancy (jaga jarak penyebaran penyakit covid -19, meminimalkan aktifitas masyarakat yang terbiasa bermalam mingguan di tempat yang ramai."Dengan adanya ini, kita membuat zona yang benar-benar steril dari aktifitas masyarakat. Jalan Sultan Agung 20/03/2020

Pemberlakukan ini, akan dilaksanakan hari Sabtu mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Sedangkan besok minggu, dimulai pukul 05.00 WIB Hingga pukul 10.00 WIB dan dilanjutkan pukul 15.00 sampai pukul 21.00 WIB.


"Sementara diberlakukan di alun-alun. Nanti akan melebarkan kawasan, mana yang akan dilakukan sebagai kawasan physical distancy. Untuk sementara memang sengaja dibuat buka tutup. Minimal masyarakat tahu, pembatasan aktifitas di kawasan publik.

Apabila ada yang tidak patuh, maka Polres Jember akan memberikan teguran langsung dan akan memberikan tindakan represensif bagi masyarakat yang melanggar. Yang membandel, kita interogasi di kantor dan akan dibuat surat pernyataan agar tidak mengulagi lagi. Jika masih tetap, kita berdasarkan aturan hukum akan menindaknya dengan pasal 212, 216, 218 KUHP," tegasnya

Penerapan physical distancing dilakukan setelah Jember masuk kategori zona merah, dimana terdapat 1 orang dinyatakan positif terjangkit, 10 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 168 orang dalam pengawasan (ODP) COVID-19.
Kapolres Jember melalui Wakapolres Kompol Windy Syafutra mengatakan, social distancing penting dilakukan untuk mengurangi intensitas masyarakat, ditengah pandemi virus corona penyebab COVID-19. Apalagi kawasan tersebut selalu ramai dikunjungi saat akhir pekan.

“Minggu pagi itu seringkali ramai dikunjungi masyarakat beraktivitas di acara car free day. Karena ada virus corona kami berupaya membuat kawasan yang benar-benar steril dari aktivitas masyarakat. Kewaspadaan meminimalkan komunikasi dan kontak masyarakat,” ungkapnya.(hin)
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 3/29/2020 02:31:00 AM

Kamis, 26 Maret 2020

Tinjau Kesiapan Tempat Karantina (ODP) Dan (ODR) Covid -19 Kabupaten Jember



Antisipasi penyebaran covid-19 (corona) Komandan Kodim (Dandim) 0824 Jember, Letkol Inf La Ode M. Nurdin bersama Kapolres Jember, AKBP Aris Supriyono S.I.K  melakukan pengecekan kesiapan siagaan tempat karantina yang akan digunakan Orang Dalam Resiko (ODR) dan Orang Dalam Pantauan (ODP) Covid-19, di Jember Sport Garden (JSG) yang terletak di Desa/Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember (25/3/2020).

Dandim 0824 secara keseluruhan kesiapan fasilitas gedung JSG untuk karantina seperti tempat tidur, kursi, dan penyemprotan ruangan serta kebutuhan lain yang ada di luar gedung, telah mencapai 70 persen tinggal menunggu fasilitas kesehatan.


Dandim 0824 bersama Kapolres Jember tinjau tempat karantina pasien Covid-19.
Kodim 0824 bersinergi dengan Polres Jember mendukung langkah-langkah pemerintah, dalam mencegah penyebaran Covid -19 khususnya di Kabupaten Jember,” ujar Dandim. Pengecekan di JSG berlanjut pengecekan obyek wisata Watu Ulo dan pantai Papuma untuk memastikan penutupan sementara obyek wisata.



Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 3/26/2020 01:00:00 PM

Sabtu, 21 Maret 2020

Penyemprotan Desinfektan Virus Corona Muspika Wilayah Kecamatan Sumbersari



Acara penyemprotan virus corona yang bertempat Kantor Kelurahan Wirolegi dan Kantor Koramil 0824/11 Sumbersari dlm rangka antisipasi penyebaran Virus Covid 19 Oleh pihak Puskesmas Kecamatan Sumbersari .acara apel bertempat di pendopo kecamatan Sumbersari jln Sriwijaya no.21 Jember kelurahan Karangrejo kecamatan Sumbersari.20/03/2020

 Bersama muspika dan petugas kesehatan sumbersari telah melaksanakan  penyemprotan virus corona di wilayah sumbersari. Untuk sasaran penyemprotan di kantor kecamatan , kantor polsek , kantor koramil sumbersari , semua kantor kelurahan sumbersari.
Muspika kec Sumbersari ,seluruh lurah se Kec. Sumbersari, Semua petugas puskesmas se sumbersari, Seluruh  babinsa se kec. Sumbersari,Seluruh babinkamtibmas.



Maraknya pemberitaan dimedia cetak dan online terkait virus Korona dan Covid -19 di Indonesia, menjadi perhatian serius bagi Pemerintah baik pusat maupun daerah. Bahkan di beberapa daerah telah banyak yang terserang virus ini hingga ada berapa korban sampai saat ini masih dalam penanganan serius pihak terkait.


 Muspika Sumbersari bersama seluruh jajaran dan tim medis Puskesmas turun langsung melakukan sosialisasi bersama serta melakukan penyemprotan desinfektan Sebelumnya Muspika ini bersama tim medis .
Dalam sosialisasi dan penyemprotan desinfektan tersebut diawali sendiri dengan Camat , Danramil dan Kapolsek .


Agenda penyemprotan dan pencegahan virus Covid -19 di wilayah Sumbersari, sehingga kami kordinasi  untuk keselamatan bersama.

Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 3/21/2020 12:32:00 PM

Kamis, 19 Maret 2020

Pil Setan Mau Di edar Di Jember ,Pelaku Disergap Satreskoba Polres Jember



Satreskoba polres Jember menangkap tersangka RFT  di kontrakannya di Jl. Tidar gang Delta No. 37 Jember setelah melakukan transaksi narkoba berupa pil ekstasi. Pada saat penangkapan berhasil disita 11 pil haram warna hijau dengan berat 5,22 gram. Penangkapan itu terjadi hari Sabtu, 14 /03/2020 pukul 19;00.

Kapolres Jember, AKBP Aris Supriyono, SIK, MH didampingi kasatreskoba Iptu Agung Joko Hariyono memberikan keterangan kepada beberapa media di halaman Mapolres jalan Kartini  pres relase 19 Maret 2020.

Dari hasil pengembangan polisi kemudian menangkap  MH. Dari sana diamankan 57 butir ekstasi, jadi total 68 butir ekstasi dari dua tersangka,” ungkap AKBP Aris. Menurut pe
Tersangka MH mengaku pil ekstasi itu didapat dari Bali yang dibawa dibawa sendiri tanpa kurir atau pengiriman barang.


Iptu Agung Hariono (kasat reskoba polres Jember ) menambahkan  MH ini mengaku sudah sering mengambil barang di pulau Bali.” Untuk tempat pengambilannya bervariasi. “Sedang kita lakukan pendalaman.

"Dari pengakuan tersangka MF yang dianggap sering menerima barang dari pulau Bali lalu dipasarkan di Surabaya, jika masih ada sisa barang, lalu dijual di Jember.  Dari keterangan tersangka baru kali ini melancarkan aksinya dan mencari pemain baru," ujar Agung.
Modusnya adalah tersangka ini menerima pesanan dari seseorang melalui Obrolan WA kemudian tersangka langsung melayaninya ditempat.

Pasal yang akan diterapkan pasal 11 ayat (2) ayat 112 ayat (2) uu no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun maksimal 20 tahun (hin)
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 3/19/2020 03:58:00 PM

Rabu, 18 Maret 2020

BUPATI ,KAPOLRES, DANDIM Dialog Interaktif RRI Jember ( Virus Convid -19)



Menghadapi penyebaran virus corona, sampai saat ini belum ada satu pun warga Jember yang dinyatakan sebagai pasien yang positif terkena virus itu. Bupati Jember, dr. Faida, MMR., ketika dialog interaktif di RRI Jember Programa Jalan Panjaitan Kecamatan Sumbersari Jember 18/03/2020

Hadir  Komandan Kodim 0824, letkol. Inf. La Ode M Nurdin, dan  AKBP Aris Supriyono.Kapolres Jember. Lebih jauh bupati dengan latar belakang dokter ini menjelaskan, ada tiga macam perbedaan kondisi seseorang yang dinyatakan terkena Covid-19. Orang dalam pemantauan (ODP) ,Yakni orang yang mengalami salah satu penyakit. Seperti sakit tenggorokan, batuk, pilek, dan mungkin baru pulang dari negara yang terdampak corona. Atau dia baru pulang dari kota kota besar.Orang dalam pantauan ini, tetap berobat dan dipantau oleh tenaga kesehatan melalui jaringan puskesmas dan rumah sakit selama 14 hari sampai dinyatakan aman. Meski negative corona, orang ini tetap dalam pantauan.

Ketiga pasien dalam pengawasan (PDP). Yakni orang yang mengalami ketiga penyakit; batuk, pilek, dan sesak. Orang ini belum tentu terkena corona, tetapi perlu dirawat dan perlu pengawasan.

“Ada tiga orang PDP di Jember. Diantaranya satu orang sudah diperiksa dengan hasil negatif corona. Dua orang lagi hari ini akan diperiksa. Pemeriksannya masih akan dikirim ke Surabaya, dan ada pemantauan khusus untuk memastikan positif atau negatifnya,” jelasnya.

Berdasar kondisi yang telah ditangani pemerintah tersebut, bupati menegaskan akan tidak ada pihak yang menyebarkan berita hoaks, yang merugikan masyarakat.

Bupati memastikan pemerintah akan menyampaikan informasi secara terbuka kepada masyarakat jika terdapat warga Jember yang positif corona.dialog Interaktif RRI JEMBER. (*/hin)
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 3/18/2020 05:31:00 PM

Jumat, 13 Maret 2020

Kapolsek Dan Danramil Senam Cuci Tangan ( Virus Corona) Bentuk Sinergisitas TNI -Polri



Acara Senam, Cuci Tangan dilanjutkan olah raga renang bareng yang di ikuti oleh anggota  polsek, anggota koramil Kaliwates sebagai senegisitas polri dan  TNI, Adapun acara di gelar di kkolam renang Evergreen jalan Gurami Sempusari Kecamatan Kaliwates.
 Demi meningkatkan kebersamaan Polsek Kaliwates dengan jajarannya Koramil 12 Kaliwates, Kodim jajaran 0824 jember bersama jajarannya mengadakan senam bersama.

Setelah apel semua peserta ikuti senam, pemanasan serta delapan langka cara cuci tangan secara berurutan dan benar.
Kapolsek Kaliwates Kompol Edi Sutanto SH. yang di dampingi Danramil Kaliwates Kapten Agoes Suhartoyo Mengatakan bahwa polsek dan koramil ini adalah satu untuk menciptakan kebugaran dan kesehatan, "Ujar Kapolsek  13/03/2020

Edi( kapolsek)  selaku kapolsek kaliwates, dengan senam bersama ini kita menciptakan   soliditas antara TNI - Polri yang selama ini terjalin dengan baik.


Dengan terjalinnya selama ini TNI Polri yang sangat baik, kita tingkatkan terutama juga melaksanakan tugas TNI Polri harus bersatu dan harus solid dan apa lagi sekarang  memasuki momen Politik dan ini juga dalam rangka antisipasi supaya tidak ada gangguan gangguan yang menyebabkan tidak lancarnya pemilu tahun 2020 di Wilayah Kabupaten Jember, "ungkap nya

Kegiatan rutinitas senam ini bukan hanya hari Jum'at yang di laksanakan polsek dan koramil kita lihat situsional, baru kalau sama sama, memang tidak ada kegiatan selalu telfon Danramil kaliwates, kalau memang ok kita laksanakan jadi supaya tidak terencana, spontanitas .sebulan dua kali kita laksanakan senam berbersama ,(hin)
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 3/13/2020 12:27:00 PM

Senin, 09 Maret 2020

Satnarkoba Polres Jember, Sehari Bekuk Pengerdar Sabu dan Ribuan Pil koplo.




Polres Jember adakan Pres Release di halaman mapolres jember dengan ungkapnya barang haram Narkotika jenis Sabu Sabu.
Kapolres Jember AKBP Aries Supriyanto yang di dampingi Kasat Narkoba Iptu Agung Joko Haryono SH mengatakan, bahwa Polres Jember saat ini telah ungkap peredaran Sabu Sabu dan pil koplo di wilayah hukum Polres Jember.

Penangkapan Narkotika atau Sabu Sabu seberat 72 gram dan Pil Sebanyak 4320 butir pil berlogo (Y) dan 5080 pil jenis Dexstro, "Ujar Kapolres Jember di hadapan awak media

Kasat Narkoba Polres Jember mengatakan bahwa di wilayah hukum polres jember anggota satnarkoba polres jember pada tanggal 6 Maret 2020 bahwa kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada seseorang yang di duga mengadakan transaksi narkotika jenis sabu.09/03/2020

Setelah di tindak lanjuti oleh satnarkoba polres jember bahwa benar memang ada seseorang akan melakukan transaksi sabu sabu sabu dan kami amankan tersangka dwngan inisial (HRY), dan (HRY) ini kita amankan di sekitaran kecamatan puger, "katanya


Lanjut Agung selaku kasat narkoba, bahwa pelaku setelah kami geledah kita dapatkan Sabu Sabu sebanyak 10 gram.Kemudian kita masih melakukan penggeledahan di sekitaran kontrakan nya dan kita temukan lagi sabu seberat 15 gram," Ujar Agung

Pelaku yang berhasil kita amankan kontrak di di jember, dan kemudian berdasarkan pengngembangan lagi tersangka ini memiliki satu orang kurir dan sudah kita amankan juga berinisial (SY) dan dari kurir tersebut kita amankan 50 gram jadi total 72 gram sabu sabu, "katanya

Dua orang pelaku Sabu Sabu ini adalah merupakan pengembangan dari tersangka (K) yang sebelumnya kita amankan terlebih dahulu. Dan waktu kita terus melakukan pengembangan dan Alhamdulillah kita dapat barang sabu dari dua orang ini," Terangnya




Modus para pelaku ini bila ada yang pesan mereka akan menyuruh kurirnya untuk mengantar dan barang sabu sabu masih di lakukan penyelidikan.

Pasal yang kami kenakan pasal 114 ayat 2 Sub pasal 112 ayat 2 Undang Undang Narkotika tahun 2009 ancaman minimal 6 tahun maksimal 20 tahun penjara, "Jelasnya

Barang bukti yang di amankan oleh satnarkoba Pil T-Rex 4320 dan 5080 Pil Dexstro kami amankan tersangka (WS) di wilayah puger juga dan kami amankan berdasarkan laporan masyarakat dan kita amankan pada tanggal 6 Maret dan bersamaan hannya beda jam juga.

Dan kita amankan untuk barang bukti sebanyak 9400 pil T-Rex dan Dexstro kemudian kita amankan juga uang hasil penjualan dan 1 buah HT yang di gunakan tersangka untuk komunikasi dan tersangkan kita kenakan pasal 196 sub 197 No 36 Undang Undang tahun 2009 tentang kesehatan dwngan ancaman 15 tahun,"Pungkas
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 3/09/2020 08:23:00 PM

Minggu, 08 Maret 2020

Polres Jember Prakarsai Senam Cuci Tangan ,Bupati dan Frorpimda, Peduli Penyebaran Virus Corana



Polres Jember bersama Forpimda dan ribuan masyarakat melakukan kegiatan senam cuci tangan. Alun -alun Jember digelar di area car free day tempat orang berolah raga masyarakat bersama masyarkat. Bupati Jember dr Faida MMR yang ikut dalam kegiatan senam cuci tangan bersama dr Abdul Rochim mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh Polres Jember 08/03/2020

 Kapolres Jember AKBP. Aris Supriyono melalui Wakapolres Kompol. Wyndi Syafutra SH. SIK, mengatakan, bahwa gerakan cuci tangan yang diperagakan oleh polwan Polres Jember, adalah gerakan bersama untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat akan pentingnya berperilaku hidup sehat.


“Gerakan ini diprakarsai oleh Polda Jatim, yang digelar secara serentak di seluruh Jawa Timur, tujuan dari kegiatan ini, agar masyarakat berperilaku hidup sehat, dan untuk Jember kita gelar dengan senam gerakan Cuci Tangan, karena dengan membiasakan cuci tangan, juga bagian dari pencegahan masuknya virus ke tubuh kita,” ungkap Kompol Wyndi.

Kompol Wyndi juga mengajak masyarakat untuk tidak panik dan takut dengan adanya virus corona, terlebih, sejauh ini upaya pemerintah dalam melakukan pencegahan terus dilakukan secara masif. “Jadi kita warga Jember tidak perlu panik, apalagi di Jember tidak ada yang terkena virus tersebut, dan mudah-mudahan sampai ke depan tetap tidak ada,” pungkas Wakapolres.
Dandim 0824 Jember Letkol. Inf. La Ode M Nurdin, Danyon Armed 8 Tarik Letkol Arm Ferdian Primadona, Dan Yon Infanteri 515 Tanggul Mayor Inf Toni Oki Priyono, jajaran Camat, Polsek dan Kepala Puskesmas se Kabupaten Jember, serta masyarakat dengan riang mengikuti senam cuci tangan bersama (hin /dik)
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 3/08/2020 02:50:00 PM

Kamis, 05 Maret 2020

Pelaku Pencurian ,Pengelapan Lima Orang Bekuk Satreskrim Polres Jember




Kawanan pelaku aksi pencurian, penipuan dan penggelapan, ada 5 pelaku yang berhasil diamankan, dimana semua pelaku masing-masing memiliki peran, tiga diantaranya merupakan komplotan aksi penggelapan .
Satu Komplotan dengan 3 pelaku adalah Hurdi warga Lingkungan Langsepan Kelurahan Karangrejo Sumbersari Jember selaku eksekutor penggelapan dan penipuan, sedangkan 2 pelaku lainya yang masih dalam satu jaringan dengan Hurdi adalah Ahmadi warga Dusun Karangpring Kecamatan Sukorambi dan Syaifullah warga Desa Pace Kecamatan Silo, keduanya merupakan penadah barang hasil aksi yang dilakukan Hurdi.

Sedangkan komplotan kedua merupakan pelaku aksi pencurian spesialis tempat Parkir, mereka adalah Rahmad Hidayat warga Jl. MH. Thamrin Desa Ajung Kecamatan Ajung yang berperan sebagai Joki, S (DPO) warga Sumbersari selaku Ekskutor dan Alma Baijuri warga Sukosari Sukowono Jember yang berperan sebagai penadah.

“5 Pelaku ditangkap di TKP yang berbeda, ada dua kelompok, dimana 3 pelaku merupakan komplotan penipuan dan penggelapan, dan 2 lainnya merupakan komplotan aksi pencurian, dimana aksi yang dilakukan oleh pelaku ada di 5 TKP, diantaranya Jenggawah, Pakusari, Sumbersari, Mayang, dan Kaliwates,” ungkap Kasatreskrim Polres Jember AKP. Yadwivana Jumbo Qontas pres relase. 05/03/2020


Modus yang dilakukan oleh Komplotan Hurdi adalah, pelaku mendatangi korban yang sudah dikenalnya, dengan berpura-pura untuk membeli sepeda motornya, namun saat korban lengah, pelaku membawa kabur sepeda motor tersebut dan menjual ke pelaku lainnya.

“Jadi antara pelaku H (Hurdi, ) dengan beberapa korbannya rata-rata saling kenal, H pura akan membeli sepeda motor, kepada korban, H meminjam kontak untuk di coba, namun setelah itu pelaku tidak kembali lagi.
Sedangkan komplotan lainnya yakni kelompok Rahmad Hidayat dan kawan-kawan, adalah mencari sasaran sepeda motor parker yang ditinggal pemiliknya, dimana dalam menjalankan aksinya, komplotan Rahmad Hidayat ini menggunakan kunci T.

“Untuk komplotan Rahmad, adalah mengincar sepeda motor yang diparkir dan ditinggal oleh pemiliknya, seperti saat korban menjalankan salat, maupun saat ke acara-acara di keramaian, seperti yang dilakukan pelaku saat di TKP Pondok Pesantren di Sumbersari, pelaku terlebih dahulu mengincar korban ketika parkir, dan saat korban jauh dari sepeda motornya, pelaku menjalankan aksinya, dari kompotan ini, Ekskutornya adalah S yang saat ini DPO,” ujar Kasatreskrim.(hin)

Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 3/05/2020 08:12:00 PM

Senin, 02 Maret 2020

Tiga Pemuda Ditangkap Salah Satu nya Warga Sukowono ,Satreskoba Polres Jember



Penangkapan tiga pelaku ini di awali dari informasi yang didapat bahwa akan terjadi transaksi jual-beli obat keras berbahaya jenis Trihexpenidhyl. "Awalnya kami bisa menangkap satu orang tersangka berinisial (MR) 20 tahun warga Ds. Sumber Danti Kec. Sukowono, dengan barang bukti 300 butir pil Trihexpenidhyl" ujar Agung Kasat Narkoba.
Satreskoba polres Jember pimpinan Iptu Dwi Agung  berhasil menangkap tiga pelaku pengedar   obat kersa berbahaya (Okebaya) 29/02/2020 di jalan desa gunung Malang kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember 
Lebih jauh Agung menjelaskan bahwa dari satu tersangka MR tersebut, Satreskoba mengembangkan kasus tersebut. Hasil dari perkembangan tersebut Satreskoba berhasil menangkap dua orang tersangka diantaranya (AB) 25 tahun warga Ds. Mengen Kec. Tamanan Kab. Bondowoso dan (AH) 25 tahun warga Ds. Sumber Danti Kec. Sukowono dengan barang bukti 30 butir sisa penjualan.


Menurut Kasat Reskoba berdasarkan hasil perbuatannya ketiga tersangka akan dijerat dengan pasal 196 sub pasal 197 UU. No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman max 15 tahun penjara. Pres relase dihalaman polres jember 2/03/2020.(hin)
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 3/02/2020 06:29:00 PM

Jumat, 21 Februari 2020

Viral Di Mensos Pelaku Orang Stres (Hoax) ,Penculikan Anak Kecamatan Bangsalsari 2020



Hebohkan dengan adanya isu penculikan anak yang telah menyebar di wilayah Jember  Jawa Timur. Seperti yang terjadi baru-baru ini di wilayah Kecamatan Bangsalsari dihebohkan dengan adanya kawanan penculik yang berkeliaran mencari mangsa.

Berawal dari postingan yang diunggah oleh Fifin Alfina, melalui akun face booknya
dan diikuti oleh 29 lainnya, pada Senin (17/02/2020)
dengan dipampang fotonya beserta ciri-ciri orang tersebut,
dan diberi keterangan: WASPADA PENCULIKAN ANAK, dengan menerangkan bahwa orang itu.

Adalah seorang penculik yang sedang berkeliaran mencari korban.
Dengan adanya berita yang viral di medsos tersebut masyarakat menjadi resah dan timbul kekhawatiran.disana-sini.

Orang tersebut adalah ; Nana Sunardi atau Nana Sukmana (30) warga Desa Karangsawah RT 02/RW 01, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka kemudian pihak Polsek Bangsalsari telah mengamankan orang yang diisukan penculik tersebut.

Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono S,I,K M,si melalui Kapolsek Bangsalsari, AKP. I Putu Adi Kusuma atas nama Kapolres Jember, saat Press Converence kamis, (20/02/2020) menyampaikan agar masyarakat Jember dan sekitarnya tetap tenang dan jangan mudah termakan isu yang meresahkan tersebut.

I Putu Adi Pada hari Senin, (17/02/2020) Nana Sunardi  masuk ke Dusun Krajan, Desa Tugusari dengan membawa sak yang didalamnya berisi sarung, baju untuk salin, perlengkapan mandi, seperti gayung sabun, dan pasta gigi. Warga yang saat itu melihat orang tersebut menaruh kecurigaan dan menyangka bahwa orang itu adalah penculik, sehingga warga yang lain yang mendengar isu tersebut  berdatangan ke lokasi.ujar I Putu Adi Kusuma

 I Putu Adi, menjelaskan kepada awak media, Nana Sunardi sempat di buly secara verbal namun tidak terjadi kekerasan fisik, kemudian oleh Kasun dan warga dilepas karena dilihat memang seperti orang stres.
Namun keesokan harinya, Selasa,  (18/02/2020), Nana  masuk ke Desa Bangsalsari dan di buly oleh warga, serta ada sedikit kekerasan fisik yang dilakukan oleh warga setempat.

Disisi lain warga yang lain saat melihat kejadian tersebut langsung menghubungi Kepala Desa Bangsalsari. Mendapat informasi ini, Kades bergegas menuju lokasi dimana kejadian itu terjadi. "Warga Desa Bangsalsari melakukan kekerasan fisik kepada Nana Sunardi, karena sebelumnya termakan informasi dari Desa Tugusari karena ada yang memposting melalui FB," kata Kades.

Akun FB milik Fifin Alfina
dalam postingan ini menuliskan "Waspada Penculikan Anak," "Barusan terjadi di Desa Tugusari ini foto penculik yang berhasil dikepung namun melarikan diri, jadi untuk warga jember khususnya warga Tugusari ini sedang ramai dengan penculik tersebut mohon berhati-hati, penculik beraksi tadi sore untung saja tidak ada korban, modus yang digunakan yaitu berpura-pura gila dengan membawa karung berisi sabun, odol, gayung dll. Ternyata penculik membawa banyak teman dengan mobil berplat Madura," terang Kapolsek Bangsalsari.

I Putu Adi, menerangkan saat diperiksa, Nana Sunardi atau Nana Sukmana tidak membawa KTP atau identitas lainya dan saat ditanya namanya memberikan jawaban yang berubah-ubah. "Kami dapat identitas yang bersangkutan dari hasil bertanya berulang-ulang. Akhirnya diketahui yang bersangkutan berasal dari Desa Karangsawah, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes Jateng, " ungkapnya.

Selanjutnya pihak Polsek berkoordinasi dengan Kapolres Jember, karena beliau pernah tugas di Brebes. Atas petunjuk dari Kapolres akhirnya dengan bantuan Polres Brebes, serta Polsek disana akhirnya Nana S bisa dipertemukan dengan keluarganya, dan hari ini pihak keluarga sudah tiba di Mapolres Jember, yang diantar
oleh pihak kepolisian dari Brebes, sekaligus membawa pulang Nana Sunardi ke Brebes.

"Dari keterangan keluarga Nana, didapat keterangan
bahwa orang tersebut memang dalam keadaan stres dan pergi meninggalkan  rumahnya selama 7 tahun. Pihak keluarganya sudah berupaya mencari kesana kemari namun tidak juga ketemu," tutur I Putu Adi.

Sementara itu, Ifan Maulana adik dari Nana S saat ditanya oleh awak media di Mapolres Jember, mengatakan bila kakaknya memang mengalami gangguan jiwa dan sudah berobat kemana-mana namun masih belum sembuh, dan malah lepas dari pengawasan, karena pergi meninggal rumah tanpa diketahui kemana perginya

"Kami sekeluarga sangat terharu sekali bisa bertemu dengan saudara yang telah lama menghilang, 7 tahun pergi dari rumah. Ini semua berkat jasa pihak Kepolisian  sehingga kami dapat bertemu kembali. Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga hari ini bisa bertemu dan berkumpul kembali dengan keluarga.(hin)
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 2/21/2020 03:38:00 PM

Rabu, 19 Februari 2020

Jalin Sirahturahmi Dandim 0824,Bersama Kapolres Ke Sekretariat FKUB JEMBER



Bersama Kapolres Jember, Komandan Kodim 0824/Jember Bersilaturahmi Ke FKUB Jember, Jalin Sinergitas Lebih Erat Untuk Kedamaian dan Kondusifitas Jember
Melengkapi kegiatannya Komandan Kodim 0824/Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin bersama Kapolres Jember baru AKBP Aris Supriyono, pada Rabu 19/02/2020 Pukul 15.00 Wib Komandan Kodim 0824/Jember Bersilaturahmi Ke Sekretariat Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Jember.
Kedatangan Komandan Kodim 0824/Jember bersama Kapolres Jember disambut langsung oleh Ketua FKUB Jember disambut langsung oleh Ketua Abdul Muis Sonhaji bersama segenap jajaran pengurusnya.
Langsung menuju ruang rapat sekretariat, Komandan Kodim 0824 maupun Kapolres Jember masing masing memperkenalkan dirinya sebagai pejabat baru di Kabupaten Jember, Kalau Komandan Kodim 0824 Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin sudah menjabat sekitar 6 Bulan, sedangkan Kapolres Jember baru AKBP Aris Supriyono,  memasuki hari ke tiga melakukan aktifitasnya dinasnya  sebagai Kapolres Jember.
Pada silaturahmi tersebut sekaligus saling berdiskusi terkait permasalahan-permasalahan yang kemungkinan ada di Kabupaten Jember, termasuk beberapa potensi yang dikhawatirkan berpeluang menjadi konflik antar agama, sekaligus bagaimana upaya kedepan dalam mengantisipasi potensi terebut sehingga tidak menjadi konflik ditengah masyarakat.


Usai kegiatan tersebut saat diwawancarai awak media Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin menegaskan, bahwa Pada hari ini saya Komandan Kodim 0824/Jember bersama Kapolres Jember ke FKUB ini dalam rangka silaturahmi, kami ingin kebersamaan dengan FKUB ini terjalin terus, memang komunikasi yang terjalin dengan masyarakat sudah relatif bagus dang sangat luarbiasa, akan tetapi dengan hadir di Kantor FKUB ini merupakan kebahagiaan tersendiri artinya hadinya tokoh-tokoh lintas agama di Kabupaten Jember ini, sehingga kita harapkan kerukunan antar lintas agama ini dengan baik dalam n mewujudkan keamanan  Kabupaten Jember bersama FKUB.
Selanjutnya Ketua FKUB Jember dalam wawancaranya menyampaikan bahwa Kita hari ini kedatangan Komandan Kodim 0824/Jember bersama Kapolres Jember dan ini merupakan bentuk silaturahmi, saya sudah sampaikan beberapa potensi konflik yang ada di Kabupaten Jember, dan beliau berdua sepakat unuk semaksimal mungkin menjadikan potensi konflik tersebut agar tidak menjadi konflik, ini merupakan silaturahmi yang pertama yang dapat dihadiri oleh pengurus FKUB secara lengkap.
Baik Komandan Kodim 0824/Jember maupun Kapolres Jember sama menyampaikan bahwa kita sebagai pengurus FKUB punya tanggung jawab bagaimana menciptakan kerukunan, persamaan persepsi antar umat beragama, sehingga tidak mudah dimanfaatkan oleh pihak tertentu, karena konflik agama itu bukan asli konflik tetang agama, namun konflik ekonomi, konflik politik yang akhirnya merembet ke permasalahan agama. Tegas Ketua FKUB Jember. (hin
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 2/19/2020 07:04:00 PM

Berita Viral Penculikan Anak SD Di Jember Adalah Kesalah Pahaman 2020



Isu Penculikan yang menghebohkan warga di Jember tersebut menyebutkan jika ada 3 siswi di SDN Jember Lor yang menjadi upaya korban penculikan yang terjadi pada Selasa kemarin, adalah kesalah pahaman warga dalam menerima informasi yang beredar.18/02/2020

Kasat reskrim AKP Yatwavina Jumbo Qotas bahwa isu penculikan adalah tidak benar, yang benar adalah kesalah pahaman warga dalam menerima informasi, orang yang dikira penculik, adalah wali murid yang akan menjemput cucunya di sekolah, jadi warga tidak perlu membesar-besarkan lagi soal isu penculikan. Dampak dari isu yang viral tersebut, sangat mempengaruhi anak-anak secara psikis anak-anak di sekolah tersebut, sehingga pihaknya menggandeng Pekerja dari Dinas Sosial untuk memberikan trauma Healing kepada anak-anak 19/02/2020.pres relase

“Efek dari isu yang viral, anak-anak menjadi cemas dan was-was, padahal semua itu hanya kesalah pahaman dan tidak ada upaya penculikan, sehingga kami akan memberikan trauma healing kepada anak-anak di SDN Jember Lor, ujar Kasatreskrim

Suharianto, wali murid yang sempat dirumorkan sebagai penculik, kepada wartawan mengatakan, bahwa dirinya saat itu berniat menjemput putrinya, ketika bertemu dengan tiga siswi, ia berniat mengajak tos " menyapa dengan tangan,red "setelah itu mengelus pundak salah satu siswi .

“Saya itu senang gurau dengan anak-anak, ketika menunggu cucu saya pulang, saya melihat ada 3 anak-anak yang lewat, kemudian saya ajak tos, karena hal ini sudah biasa saya lakukan, dan juga dilihat banyak orang kok, saya gak tau kalau ternyata ada kejadian seperti ini,” ujar Harianto.

Sementara Hartatik, Kepala Sekolah SDN Jember Lor saat ikut mendampingi wali murid ke Mapolres Jember, kepada wartawan mengatakan, bahwa persoalan ini sebenarnya sudah selesai kemarin, dimana saat ada isu itu, pihaknya bersama dengan wali murid dan juga satpam memeriksa rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang ada disekolah, dan dipastikan jika itu salah satu wali murid yang biasa menjemput cucunya.
Kemarin sudah clear, dan tidak terjadi apa-apa, namun ternyata sore hari isu penculikan semakin ramai, dan tadi pagi, kami semua mengumpulkan wali murid dan memberikan penjelasan dan duduk persoalan yang sebenarnya.(hin)
Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 2/19/2020 05:20:00 PM

Senin, 17 Februari 2020

Kapolres Baru Jember Ajak Jurnalis Ke Lapangan Hijau ,



Dua hari setelah dilakukan Sertijab di Mapolda Jawa Timur AKBP Aris Supriyono yang Sebelumnya menjadi Kapolres Brebes Jawa Tengah menggantikan AKBP Alfian Nurrizal. Jalin sirahturahmi ini kapolres bersama awak media Jember ajak aduh tanding berolah raga  (sepak bola) polri  vs  jurnalis ,kedua kesebelasan bertanding di lapangan Kreongan kecamatan Patrang Jember 16/02/2020.

Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono mengajak Wartawan di Jember untuk senang berolahraga, seperti sepakbola dalam menjaga kesehatan.


“Kegiatan ini merupakan program kami untuk menjalin kedekatan antar anggota. dan awak media di Jember, Sehingga kekompakan anggota dan perwira bersama wartawan bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Jember yang lebih baik.” ucap mantan Akpol tahun 2000.

Sepak bola merupakan olah raga yang sangat merakyat yang merupakan simbol dari kerjasama tim dan kekompakan ,serta sportifitas ,adapun kesebelasan yang berakhir 2:0 untuk polres ,kedua kesebelasan menjujung  spotrtifitas ,dan kekompakan serta kebersamaan,kami sangat mengaprisiasi kapolres baru AKBP ARIS SUPRIYONO dengan olah raga sepak bola ini.
Kegiatan sederhana yang bertujuan agar personil semakin solid dan kompak dalam pelaksanaan tugasnya.  Kapolres berharap kegiatan ini bisa terus berjalan. "Sehingga kekompakan Polres Jember antara perwira dan anggota dan jurnalis semakin solid dan terus maju,”ujar kapolres.
Tomy (jurnalis )dan juga  ketua IJTI ( Ikatan Jurnalis Televsi Indonesia  )berharap agar jalinan sirahturohmi  polres dan jurnalis terjaga baik .

Posted by:Barometer post
Barometerpost, Updated at: 2/17/2020 12:33:00 AM