Viral Di Mensos Pelaku Orang Stres (Hoax) ,Penculikan Anak Kecamatan Bangsalsari 2020



Hebohkan dengan adanya isu penculikan anak yang telah menyebar di wilayah Jember  Jawa Timur. Seperti yang terjadi baru-baru ini di wilayah Kecamatan Bangsalsari dihebohkan dengan adanya kawanan penculik yang berkeliaran mencari mangsa.

Berawal dari postingan yang diunggah oleh Fifin Alfina, melalui akun face booknya
dan diikuti oleh 29 lainnya, pada Senin (17/02/2020)
dengan dipampang fotonya beserta ciri-ciri orang tersebut,
dan diberi keterangan: WASPADA PENCULIKAN ANAK, dengan menerangkan bahwa orang itu.

Adalah seorang penculik yang sedang berkeliaran mencari korban.
Dengan adanya berita yang viral di medsos tersebut masyarakat menjadi resah dan timbul kekhawatiran.disana-sini.

Orang tersebut adalah ; Nana Sunardi atau Nana Sukmana (30) warga Desa Karangsawah RT 02/RW 01, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka kemudian pihak Polsek Bangsalsari telah mengamankan orang yang diisukan penculik tersebut.

Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono S,I,K M,si melalui Kapolsek Bangsalsari, AKP. I Putu Adi Kusuma atas nama Kapolres Jember, saat Press Converence kamis, (20/02/2020) menyampaikan agar masyarakat Jember dan sekitarnya tetap tenang dan jangan mudah termakan isu yang meresahkan tersebut.

I Putu Adi Pada hari Senin, (17/02/2020) Nana Sunardi  masuk ke Dusun Krajan, Desa Tugusari dengan membawa sak yang didalamnya berisi sarung, baju untuk salin, perlengkapan mandi, seperti gayung sabun, dan pasta gigi. Warga yang saat itu melihat orang tersebut menaruh kecurigaan dan menyangka bahwa orang itu adalah penculik, sehingga warga yang lain yang mendengar isu tersebut  berdatangan ke lokasi.ujar I Putu Adi Kusuma

 I Putu Adi, menjelaskan kepada awak media, Nana Sunardi sempat di buly secara verbal namun tidak terjadi kekerasan fisik, kemudian oleh Kasun dan warga dilepas karena dilihat memang seperti orang stres.
Namun keesokan harinya, Selasa,  (18/02/2020), Nana  masuk ke Desa Bangsalsari dan di buly oleh warga, serta ada sedikit kekerasan fisik yang dilakukan oleh warga setempat.

Disisi lain warga yang lain saat melihat kejadian tersebut langsung menghubungi Kepala Desa Bangsalsari. Mendapat informasi ini, Kades bergegas menuju lokasi dimana kejadian itu terjadi. "Warga Desa Bangsalsari melakukan kekerasan fisik kepada Nana Sunardi, karena sebelumnya termakan informasi dari Desa Tugusari karena ada yang memposting melalui FB," kata Kades.

Akun FB milik Fifin Alfina
dalam postingan ini menuliskan "Waspada Penculikan Anak," "Barusan terjadi di Desa Tugusari ini foto penculik yang berhasil dikepung namun melarikan diri, jadi untuk warga jember khususnya warga Tugusari ini sedang ramai dengan penculik tersebut mohon berhati-hati, penculik beraksi tadi sore untung saja tidak ada korban, modus yang digunakan yaitu berpura-pura gila dengan membawa karung berisi sabun, odol, gayung dll. Ternyata penculik membawa banyak teman dengan mobil berplat Madura," terang Kapolsek Bangsalsari.

I Putu Adi, menerangkan saat diperiksa, Nana Sunardi atau Nana Sukmana tidak membawa KTP atau identitas lainya dan saat ditanya namanya memberikan jawaban yang berubah-ubah. "Kami dapat identitas yang bersangkutan dari hasil bertanya berulang-ulang. Akhirnya diketahui yang bersangkutan berasal dari Desa Karangsawah, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes Jateng, " ungkapnya.

Selanjutnya pihak Polsek berkoordinasi dengan Kapolres Jember, karena beliau pernah tugas di Brebes. Atas petunjuk dari Kapolres akhirnya dengan bantuan Polres Brebes, serta Polsek disana akhirnya Nana S bisa dipertemukan dengan keluarganya, dan hari ini pihak keluarga sudah tiba di Mapolres Jember, yang diantar
oleh pihak kepolisian dari Brebes, sekaligus membawa pulang Nana Sunardi ke Brebes.

"Dari keterangan keluarga Nana, didapat keterangan
bahwa orang tersebut memang dalam keadaan stres dan pergi meninggalkan  rumahnya selama 7 tahun. Pihak keluarganya sudah berupaya mencari kesana kemari namun tidak juga ketemu," tutur I Putu Adi.

Sementara itu, Ifan Maulana adik dari Nana S saat ditanya oleh awak media di Mapolres Jember, mengatakan bila kakaknya memang mengalami gangguan jiwa dan sudah berobat kemana-mana namun masih belum sembuh, dan malah lepas dari pengawasan, karena pergi meninggal rumah tanpa diketahui kemana perginya

"Kami sekeluarga sangat terharu sekali bisa bertemu dengan saudara yang telah lama menghilang, 7 tahun pergi dari rumah. Ini semua berkat jasa pihak Kepolisian  sehingga kami dapat bertemu kembali. Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga hari ini bisa bertemu dan berkumpul kembali dengan keluarga.(hin)

Posting Komentar

0 Komentar