DPN PERADI Otto Hasibuan Ikut Tajemtra 2026, Kenalkan Organisasi dan Peran Advokat kepada Masyarakat Jember

 

JEMBER — Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN PERADI) yang dipimpin Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.M., turut ambil bagian dalam Gerak Jalan Tanggul–Jember Tradisional (Tajemtra) 2026, Sabtu (5/9/2026).

Tajemtra merupakan salah satu tradisi dan ikon kegiatan masyarakat Kabupaten Jember. Ajang gerak jalan ini menempuh jarak sekitar 30 kilometer, dengan rute dari Alun-Alun Tanggul menuju Alun-Alun Jember. Selain menjadi kegiatan olahraga, Tajemtra juga menjadi momentum kebersamaan masyarakat sekaligus bagian dari upaya melestarikan tradisi lokal Jember. 

Tahun ini, Tajemtra 2026 mencatat antusiasme yang sangat tinggi. Data menjelang pelaksanaan menyebut jumlah peserta mencapai 25.613 orang, menjadikannya salah satu penyelenggaraan dengan jumlah peserta terbanyak dalam beberapa tahun terakhir. 

Di tengah ribuan peserta tersebut, PERADI turut hadir dengan membawa nama organisasi dan semangat kebersamaan.

Wakil Ketua DPC PERADI Jember, Rawuh Bahagia, S.H., mengatakan keikutsertaan PERADI tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Jika sebelumnya lebih banyak diikuti anggota PERADI dari tingkat lokal, kali ini keikutsertaan dilakukan berdasarkan instruksi dari DPN PERADI.

“Kalau dulu yang ikut adalah anggota lokal. Sementara tahun ini kita dari DPN, ada instruksi dari DPN,” ujar Rawuh.

Menurutnya, kehadiran DPN PERADI dalam kegiatan masyarakat seperti Tajemtra bukan sekadar untuk mengikuti gerak jalan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan PERADI kepada masyarakat Jember.

Kenalkan PERADI kepada Masyarakat

Rawuh mengatakan, kehadiran PERADI dalam kegiatan publik diharapkan membuat masyarakat semakin memahami keberadaan dan peran organisasi advokat tersebut.

“Tujuannya agar warga atau masyarakat Jember tahu tentang PERADI itu apa,” katanya.

Ia menilai hal tersebut penting karena saat ini terdapat berbagai organisasi advokat yang menggunakan nama atau istilah PERADI sehingga masyarakat terkadang mengalami kebingungan.

Rawuh menegaskan, pihaknya ingin masyarakat lebih mengenal PERADI yang dipimpin Otto Hasibuan dan memahami keberadaan organisasi tersebut.

Terbuka bagi Advokat yang Ingin Kembali

Selain memperkenalkan organisasi kepada masyarakat, Rawuh juga menyampaikan pesan kepada para advokat yang saat ini berada di luar PERADI yang dipimpin Otto Hasibuan.

Menurut dia, pintu masih terbuka bagi rekan-rekan advokat yang ingin kembali bergabung.

“Kami masih menerima. Kalau ada teman-teman di luar PERADI Otto yang mau kembali, dipersilakan. Kami siap menyambut kedatangan teman-teman yang mau ikut kembali,” ujarnya.

Ia berharap ke depan semakin banyak advokat yang dapat bersatu dan membangun organisasi secara bersama-sama.



PERADI Tekankan Akses Bantuan Hukum

Lebih jauh, Rawuh menegaskan bahwa keberadaan PERADI tidak hanya berkaitan dengan kepentingan profesi advokat.

PERADI, kata dia, juga terus berupaya memberikan edukasi hukum kepada masyarakat sekaligus membuka akses konsultasi dan bantuan hukum bagi warga yang membutuhkan.

“PERADI sendiri sampai sekarang terus memberikan edukasi kepada masyarakat. Masyarakat yang ingin konsultasi atau meminta bantuan hukum bisa datang,” jelasnya.

Menurut Rawuh, bantuan hukum juga dapat diberikan kepada masyarakat yang tidak memiliki kemampuan finansial.

“Kalau ada warga miskin atau tidak punya biaya, ada bantuan hukum secara cuma-cuma,” katanya.

Ia menjelaskan, layanan tersebut mencakup bantuan hukum pro bono, yakni bantuan hukum yang diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang memenuhi kriteria tertentu.

Dengan keikutsertaan dalam Tajemtra 2026, PERADI berharap keberadaan advokat semakin dekat dengan masyarakat. Bukan hanya sebagai profesi yang menangani persoalan hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab memberikan edukasi dan membantu warga memperoleh akses terhadap keadilan.





Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak