JEMBER – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Moch. Sroedji (UMSJ) Jember memberikan edukasi kreatif kepada siswa SD Rowo Indah 1, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut dikemas melalui pelatihan ecoprint, yakni teknik membuat motif pada kain dengan memanfaatkan bagian tumbuhan seperti daun dan bunga. Selain mengasah kreativitas, kegiatan ini menjadi sarana mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan serta potensi ekonomi kreatif kepada siswa sejak dini.
Pelatihan merupakan salah satu program kerja KKN Tematik Rowo Indah yang dilaksanakan bersama pihak sekolah. Kegiatan dipimpin Koordinator Desa (Kordes) Doni Tarore bersama mahasiswa KKN Tematik UMSJ Jember.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya memberikan penjelasan mengenai ecoprint, tetapi juga mengajak siswa terlibat langsung dalam proses pembuatannya.
Siswa Kenali Potensi Daun dan Bunga
Para siswa diperkenalkan dengan ecoprint sebagai teknik mencetak motif alami pada kain dengan memanfaatkan daun, bunga, kulit kayu maupun bagian tumbuhan lainnya.
Mahasiswa KKN menjelaskan berbagai alat dan bahan yang digunakan, di antaranya kain, daun, bunga, palu, TRO, tawas, tali rafia dan panci kukus.
Setelah mendapatkan penjelasan, siswa kemudian mempraktikkan proses pembuatan ecoprint. Mereka menyusun daun dan bunga di atas kain, kemudian melakukan proses pemukulan atau penekanan agar pigmen alami dari tumbuhan berpindah ke kain.
Kain selanjutnya digulung dan diikat sebelum melalui proses pengukusan. Setelah selesai, kain dibuka dan dikeringkan hingga menghasilkan motif alami sesuai susunan daun dan bunga yang digunakan.
Suasana pelatihan berlangsung antusias. Para siswa terlihat tertarik ketika motif tumbuhan mulai muncul pada permukaan kain hasil praktik mereka.
Bagi mahasiswa KKN, praktik langsung tersebut menjadi cara untuk membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman baru kepada peserta didik.
Kepala Sekolah: Jadi Ilmu Baru bagi Siswa dan Guru
Kepala SD Rowo Indah 1 Ajung, Hidayat Ari Pambudi, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi pelatihan ecoprint yang diberikan mahasiswa KKN Tematik UMSJ Jember.
Menurut Hidayat, kegiatan tersebut bukan hanya memberikan pengetahuan baru kepada siswa, tetapi juga membuka wawasan bagi para guru mengenai keterampilan membuat batik dengan teknik ecoprint.
“Ini adalah satu ilmu baru bagi kami. Dari ibu-ibu guru yang ada di sini, mereka belum memiliki skill dan pengetahuan bagaimana membatik dengan ecoprint yang baik dan benar. Dengan hadirnya mahasiswa KKN yang memiliki keahlian, anak-anak dan guru bisa mendapatkan teori sekaligus praktik,” ujar Hidayat.
Ia menyebut kehadiran mahasiswa KKN yang memiliki pengalaman di bidang tersebut menjadi kesempatan bagi sekolah untuk memperoleh pengetahuan yang sebelumnya belum banyak dimiliki.
Hidayat berharap keterampilan tersebut tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat dikembangkan dan ditularkan kepada siswa lainnya.
“Harapan kami, edukasi ini bisa membuat anak-anak lebih giat dan cinta terhadap batik serta produk sendiri. Mereka juga bisa mengenal dan menghargai produk-produk dalam negeri,” katanya.
Menurutnya, batik buatan tangan memiliki nilai dan karakter tersendiri. Karena itu, pengenalan batik dan teknik kreatif seperti ecoprint kepada generasi muda dinilai penting untuk menjaga kecintaan terhadap produk lokal.
Pendidikan Kreatif Dinilai Penting Sejak Dini
Hidayat juga menekankan pentingnya pendidikan kreatif yang berjalan berdampingan dengan pendidikan formal.
Menurutnya, inovasi dan kreativitas perlu dikembangkan dalam proses pembelajaran, menghasilkan karya maupun ketika siswa kelak memasuki dunia usaha.
“Edukasi kreatif dan inovasi itu harus dikembangkan. Bukan hanya dalam pembelajaran, tetapi juga dalam berkarya dan mengembangkan usaha,” jelasnya.
Ia menilai kegiatan kreatif akan lebih maksimal apabila mendapatkan pendampingan dari orang-orang yang memiliki keahlian di bidangnya.
Dengan pendampingan yang tepat, ide kreatif yang dimiliki anak-anak maupun masyarakat dapat berkembang menjadi karya dan produk yang memiliki nilai lebih.
“Kalau ide-ide kreatif atau usaha kreatif didampingi oleh tenaga yang memiliki keahlian, saya kira akan berkembang menjadi produk yang luar biasa,” imbuhnya.
Dorong Potensi UMKM Desa Rowo Indah
Bagi Hidayat, pengembangan kreativitas juga memiliki keterkaitan dengan potensi usaha masyarakat di Desa Rowo Indah.
Ia menilai ide dan inovasi yang dibawa mahasiswa KKN dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan UMKM, terutama usaha kecil, usaha mikro dan usaha rumah tangga.
Menurutnya, persoalan UMKM tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memproduksi barang, tetapi juga bagaimana produk tersebut dapat dipasarkan dan diterima masyarakat.
“Kalau hanya berproduksi tetapi jualnya kesulitan, tentu tidak berimbang antara pengeluaran dengan penghasilan. Karena itu kreativitas, baik dalam pemasaran maupun produksi, sangat penting,” tuturnya.
Inovasi dinilai dapat membuat sebuah produk memiliki daya tarik lebih besar sehingga berpotensi meningkatkan minat masyarakat.
“Dengan adanya inovasi, hasilnya akan lebih bagus dan penjualannya juga bisa lebih banyak diminati masyarakat,” lanjut Hidayat.
KKN Hadirkan Pembelajaran Berbasis Praktik
Koordinator Desa KKN Tematik Rowo Indah, Doni Tarore, mengatakan pelatihan ecoprint sengaja dipilih karena menggabungkan unsur seni, kreativitas, pendidikan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Mahasiswa ingin menunjukkan kepada siswa bahwa bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar mereka dapat dimanfaatkan menjadi karya yang menarik dan memiliki nilai.
“Melalui ecoprint, kami ingin mengajak adik-adik SD Rowo Indah 1 untuk lebih mencintai lingkungan sekaligus mengembangkan kreativitas melalui bahan-bahan alami yang mudah ditemukan,” ujar Doni.
Menurutnya, pembelajaran melalui praktik diharapkan membuat siswa lebih mudah memahami materi sekaligus memberikan pengalaman yang tidak mereka dapatkan hanya melalui pembelajaran di dalam kelas.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa KKN Tematik UMSJ Jember kepada masyarakat Desa Rowo Indah.
Dari Sekolah untuk Kreativitas dan Kemandirian
Pelatihan ecoprint di SD Rowo Indah 1 menunjukkan bahwa kegiatan KKN tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga dapat menghadirkan pembelajaran kreatif yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan potensi masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan pengalaman mengolah bahan alami menjadi karya seni, sementara pihak sekolah memperoleh tambahan wawasan mengenai teknik ecoprint.
Di sisi lain, mahasiswa KKN dapat mengambil peran sebagai penghubung antara pengetahuan, kreativitas dan potensi ekonomi masyarakat.
Kolaborasi antara mahasiswa, sekolah dan masyarakat diharapkan dapat melahirkan kegiatan edukatif lain yang berkelanjutan.
Lebih dari sekadar membuat motif pada kain, ecoprint menjadi pintu masuk untuk mengenalkan kepada anak-anak bahwa kreativitas dapat tumbuh dari hal-hal sederhana yang ada di lingkungan sekitar.
Dari daun dan bunga yang selama ini mungkin dianggap biasa, siswa belajar menciptakan sebuah karya. Dari proses tersebut pula, mereka diperkenalkan pada pentingnya menjaga lingkungan, mencintai produk lokal, berinovasi dan melihat peluang ekonomi kreatif sejak usia dini.
Kegiatan KKN Tematik UMSJ Jember di SD Rowo Indah 1 Ajung akhirnya tidak hanya meninggalkan hasil berupa kain bermotif alami, tetapi juga pengalaman dan pengetahuan baru yang diharapkan dapat terus berkembang di lingkungan sekolah dan masyarakat.


