JEMBER – Suasana khidmat dan penuh kebahagiaan menyelimuti peringatan Milad ke-10 Pondok Pesantren Darul Kholili yang dirangkai dengan Haflatul Imtihan dan Wisuda Santri, Sabtu (4/7). Momentum ini menjadi ajang refleksi atas perjalanan satu dekade pesantren dalam membina generasi muda yang berakhlak mulia, berilmu, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.
Pada prosesi wisuda tahun ini, sebanyak 10 siswa Madrasah Aliyah (MA) dan 8 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) resmi dilepas setelah menyelesaikan pendidikan. Tangis haru dan rasa bangga tampak menyelimuti para orang tua yang menyaksikan putra-putrinya menapaki babak baru dalam kehidupan.
Salah satu program unggulan yang menjadi ciri khas Pondok Pesantren Darul Kholili adalah pelatihan Bilal dan Khatib Jumat yang diwajibkan bagi seluruh santri putra. Program tersebut dirancang agar para santri memahami tata cara menjadi bilal maupun khatib serta memiliki keberanian tampil di hadapan masyarakat.
"Harapan kami, ketika kembali ke lingkungan masing-masing, para santri sudah siap mengisi peran di masjid maupun menjadi generasi penerus para ulama yang membawa perubahan positif bagi masyarakat," ujar Ikhsan.
Menurutnya, program tersebut telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Selain meningkatkan pemahaman santri dalam bidang keagamaan, beberapa santri juga berhasil meraih prestasi pada lomba membaca kitab. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan keilmuan di pesantren mampu melahirkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing.
Tak hanya memperkuat pendidikan agama, Pondok Pesantren Darul Kholili juga mulai mengembangkan pendidikan berbasis keterampilan. Yayasan menjalin kemitraan dengan SMK Analis Jember melalui program keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV) sebagai bekal bagi santri menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Perwakilan SMK Analis Jember, Dimas, menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut merupakan salah satu upaya memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka anak putus sekolah.
"Kemitraan ini merupakan salah satu ikhtiar untuk mencegah anak putus sekolah. Bersama Pondok Pesantren Darul Kholili, kami ingin memberikan kesempatan kepada para santri untuk terus melanjutkan pendidikan sekaligus memiliki keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja," katanya.
Sebagai bagian dari pengembangan lembaga, Yayasan Darul Kholili juga tengah mempersiapkan pembukaan SMK Darul Kholili pada tahun ajaran mendatang. Kehadiran sekolah kejuruan tersebut diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang memadukan ilmu agama dengan kompetensi vokasi.
Dalam kesempatan itu, Mokh. Ikhsan juga mengajak seluruh orang tua untuk terus mendampingi putra-putrinya dalam menuntut ilmu.
"Kami berharap para orang tua tidak pernah lelah mendoakan, memberikan semangat, dan mendorong anak-anaknya agar terus rajin belajar. Dukungan keluarga menjadi salah satu kunci keberhasilan pendidikan dan masa depan mereka," tuturnya.
Memasuki usia ke-10, Pondok Pesantren Darul Kholili menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan. Dengan memadukan pendidikan agama yang kuat, penguatan karakter, serta keterampilan vokasi, pesantren ini bertekad melahirkan generasi yang tidak hanya menjadi penerus ulama, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan masyarakat.



