**Pekanbaru** — Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Pekanbaru melaksanakan panen perdana tanaman kangkung dan sawi yang dibudidayakan melalui sistem hidroponik, Senin (02/02/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Anak Binaan Pemasyarakatan (ABP), sekaligus bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Program hidroponik tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan dengan pendampingan langsung dari petugas LPKA. Hasil panen menunjukkan tanaman tumbuh subur dan sehat, menandakan keberhasilan penerapan pertanian modern berbasis hidroponik di lingkungan LPKA Kelas II Pekanbaru.
Kepala LPKA Kelas II Pekanbaru menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali anak binaan dengan keterampilan praktis yang bermanfaat, sekaligus menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kerja keras, serta kepedulian terhadap lingkungan sebagai bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.
Lebih lanjut, kegiatan hidroponik ini merupakan implementasi dari **15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan**, yang menitikberatkan pada penguatan pembinaan kemandirian, peningkatan keterampilan kerja, serta pembentukan karakter positif bagi warga binaan pemasyarakatan, khususnya anak binaan. Pelaksanaannya juga sejalan dengan kebijakan dan arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam mendorong pembinaan yang produktif, adaptif, dan berorientasi masa depan.
Selain sebagai sarana pembinaan, program hidroponik ini turut mendukung pemenuhan kebutuhan pangan sehat di lingkungan LPKA. Hasil panen direncanakan dimanfaatkan untuk konsumsi internal serta sebagai media pembelajaran berkelanjutan bagi anak binaan.
Melalui kegiatan ini, LPKA Kelas II Pekanbaru berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan berbasis keterampilan dan kemandirian secara berkelanjutan, sejalan dengan semangat reformasi pemasyarakatan dalam membentuk generasi muda yang produktif, mandiri, dan siap berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.
