Tim Relawan Siaga Banjir KaliJompo



Pada akhir-akhir ini hujan tidak bisa di prediksi kapan datangnya, bencana banjir melanda di berbagai tempat,  untuk mengantisipasi hal ini pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air menyiagakan sejumlah petugas untuk mengatisipasi terjadi banjir di sejumlah tempat.

Mereka memantau masing-masing wilayah yang memiliki dam dan saluran yang masuk daerah irigasi.
Wenny Juristiansah Darmayanti, ST, (Kepala Bidang Sumber Daya Air ).
Tugas setiap harinya berkeliling dari hulu ke hilir, untuk mengantisipasi banjir di musim hujan,” ujarnya.
(20/2/2020)

Piket banjir ini diberlakukan sejak bulan  Oktober 2019 hingga Maret 2020, untuk mitigasi banjir.Petugas selalu siaga selama 24 jam memantau debit air,

“Apalagi kalau intensitas hujannya tinggi, mereka keluar di titik hulu untuk memantau selama 24 jam,” ungkapnya

“ Karena dikhawatirkan hujan yang di hulu, bisa jadi banjir yang tiba-tiba,” katanya.

Jumlah petugas piket banjir ini, sebanyak 131 orang dengan 16 koordinator wilayah.

“Apabila berpotensi banjir, mereka akan melakukan tanggap kedaruratan terlebih dulu,” tutur Wenny. Petugas piket banjir ini melapor secara daring. “Agar kita dapat menangani banjir secara maksimal dan banjir tidak menimbulkan korban,” harapnya.

Sementara, saat ini terdapat titik rawan banjir, yakni di Sungai Gila di Kecamatan Kalisat dan Sungai Kalijompo di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi. “Namun tidak berpotensi tinggi,” jelasnya.

“Kami berharap, ke depan kami memiliki alat ukur curah hujan yang lebih  canggih. Saat ini masih manual. Alat yang canggih itu bisa mengetahui naik – turun curah hujan diketahui dimana saja,” harapnya.(hin)

Posting Komentar

0 Komentar