PEMBUAT KAKI PALSU ( DIFABEL) ,PEMESAN BANYAK DARI LUAR DAERAH JEMBER



Saat media ini berkunjung ke rumahnya minggu (9/02/2020), ia menceritakan awal mula termotifasi dalam pembuatan kaki palsu.

Berawal pada  tahun 2005, saya memesaan kaki palsu namun setelah dipakai rasanya kurang pas, saat itu saya bingung mau diperbaiki dimana. Saat kebingungan inilah ada warga sekitar sekitar yang memberikan masukan agar membuat kaki palsu sendiri, "urai Fery.

Dari situlah ada keingunan kuat untuk belajar. pertama saya bertanya kesana-kemari bagaimana cara membuat fiber dan lain-lain dan akhirnya saya bisa membuat kaki palsu yang saya gunakan untuk diri sendiri. "Yah belajar secara otodidak, " ujar nya

TemotifasiPelan tapi pasti, akhirnya saya membeli peralatan sendiri, kemudian beli bahan seadanya hingga bisa membuat dan memperbaiki kaki palsu hingga saat ini.

Dirinya menuturkan, Untuk pembuatan 1 pasang kaki palsu bisa memakan waktu seminggu, kalau 3 pasang kaki palsu bisa 10 Hari jika 10 pasang kaki palsu bisa mencapai 1 bulan itupun tergantung cuaca juga, katanya.

Untuk harga sendiri berbeda-beda, Jenis ukuran yang kecil di bawah lutut bisa mencapai 3,5 juta, bila diatas lutut bisa mencapai 4 juta rupiah. Sedangkan untuk ukuran besar dibawah lutut harganya 4 juta dan di atas lutut bisa mencapai 5,5 juta rupiah.

" Bicara soal biaya terus terang saja dari pasien, kadang pasien memberi DP kadang ada yang memberi full, "imbuhnya.

Hingga saat ini pemesanan terbanyak dari Banyuwangi. Dalam 1 bulan saya menerima pesenan 2 hingga 3 pasang kaki palsu. " Bila pasien tidak bisa datang kerumah, terpaksa saya yang datang kerumahnya, "ungkapnya.

Sedangkan untuk perbaikan atau reparasi kaki palsu tergantung kerusakanya, jika rusaknya tidak seberapa saya hanya minta seikhlasnya, jika rusaknya parah tentu ada biaya tambahan untuk perbaikan.

Harapan saya ingin bekerjasama dengan Pemkab Jember, agar kehidupan orang-orang difabel kedepan lebih sejahtera Disamping itu, Kita ingin bersatu dengan ibu Bupati untuk mencalonkan kembali diperiode ke-2, ujarnya (hin)

Post a comment

0 Comments